|
Nasional
Adnan Buyung Kecewa Sikap Departemen Luar Negeri
Senin, 22 November 2004 | 18:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Adnan Buyung Nasution kecewa terhadap kebijakan Departemen Luar Negeri (Deplu) Indonesia karena tidak segera menyerahkan hasil otopsi Munir kepada keluarganya. Kekecewaan Buyung diungkapkan dalam rapat dengar pendapat Komisi II DPR dengan aktivis LSM pada Senin (22/11) di gedung DPR, Senayan.
Menurut Buyung, dirinya orang pertama yang menerima berita kematian Munir di Belanda akibat diracun. Kamis (11/11) jam 23.00 Wib, katanya, di rumah Prof. Yusuf Misbach dia memperoleh SMS yang isinya hasil otopsi Munir sudah dikirim ke Deplu. ?Kesimpulannya Munir meninggal karena diracun arsenicum,? ujarnya. Dia kemudian menghubungi Rachlan Nasidik (Imparsial) dan LSM lainnya.
Buyung mengaku puluhan kali menghubungi Menlu Hassan Wirajuda. ?Jangankan Hassan, dua ajudannya pun tidak jawab,? ujarnya. Menurutnya ini bukan merupakan masalah sepele. Kekecewaan kedua adalah bocornya dokumen otopsi kepada wartawan Belanda, yang diperoleh dari Direktur Deplu Urusan Amerika dan Eropa Rizal Efendi. ?Saya tidak kenal orang ini, tetapi dia tidak bertanggung jawab, perlu diberi hukuman disiplin,? kata Buyung.
Dijelaskan Buyung, kenapa harus wartawan asing yang menerima berita hasil otopsi tersebut. Padahal, keluarga Munir dan rakyat Indonesia belum tahu ?Mana makna good governance dalam arti transparansi, public accountability. Tai kucing itu semua,? katanya dengan geram.
Buyung juga mempertanyakan tindakan Deplu yang mengirimkan dokumen otopsi ke Polri dan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Menurutnya, ini akan menimbulkan berbagai pertanyaan dan interplasi. ?Mau diapain sih hasilnya ? Apa mau dipoles, dicari-cari lagi alasan lain?" katanya. Padahal otopsi ini hasil lembaga yang berwibawa di Belanda, bahkan internasional.
Menanggapi teror kepada keluarga Munir, Buyung menganggap itu sebagai aib bangsa. Dia mengakui, hal serupa juga pernah terjadi pada dirinya tahun 1981. ?Jadi kalau teror dan intimidasi masih berlaku sekarang, ini aib bagi bangsa,? katanya. Dia mendesak pemerintah memberikan hukuman disiplin kepada pejabat Deplu dan meminta maaf kepada keluarga Munir. Dia juga meminta polisi sekarang juga menyerahkan hasil otopsi kepada keluarga Munir.
Ewor Raswa?Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|