Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kasus Munir, Polri Siapkan Surat Untuk Tim Di Belanda
Senin, 22 November 2004 | 13:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Markas Besar Polri menyiapkan surat resmi dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Kejaksaan Agung, terkait kasus meninggalnya Munir, Direktur Imparsial atas permintaan pemerintah Belanda. Surat itu rencananya akan diterima pemerintah Belanda Besok.

“Ini baru kami omongkan, kalau benar kami siapkan hari ini dari Departemen Hukum dan besok bisa diterima Tim di Belanda,” kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komjen Pol. Suyitno Landung kepada wartawan di Mabes Polri, Senin (22/11). Menurutnya, surat dari Departemen Hukum dan HAM diperlukan karena, bandara serta badan forensik di Belanda berada dibawah Departemen Kehakiman. Sedangkan, penyelidikan polisi dibawah Kejaksaan.

Tetapi, ia sedikit menyesalkan bahwa pemerintah Belanda memerlukan surat lain. Padahal, tim yang berangkat ke Belanda sudah membawa surat permintaan resmi dari Duta Besar RI di Belanda yang mewakili pemerintah, interpol, dan dari Mabes Polri sendiri. “Mereka harusnya menghormati sistem (di Indonesia),” kata dia.

Seperti diketahui, tim Mabes Polri yang berangkat ke Belanda antara lain bertugas mendiskusikan dengan pakar di Belanda yang melakukan otopsi keseluruhan pemeriksaan luar dalam tubuh Munir pendiri Imparsial. Tim juga bertugas melakukan analisa toksikologi forensik yang fotocopy-nya dikirim ke Mabes Polri. Dan meminta dokumen lengkap otentik yang diperlukan untuk proses penyidikan. “Kita memerlukan sebagai alat bukti untuk pengadilan,” kata Suyitno.

Sementara itu, pihaknya sudah menjadwalkan pemeriksaan saksi-saksi di Mabes Polri. Diantaranya, penumpang pesawat Garuda, dokter yang mendampingi Munir saat di pesawat. Menurut Suyitno, sudah ada beberapa saksi yang dimintai keterangan tetapi, ia tidak menyebutkan waktu pastinya. “Sudah jalan,” katanya.

Mengenai pengiriman paket yang bermaksud meneror istri Munir, Suciwati, kata Suyitno, pihaknya belum dapat menemukan tersangka. Tetapi, kata dia, pihaknya sudah melakukan pengecekan seperti penelusuran alamat pengirim kepala dan jeroan ayam dan mengamati kediaman Suciwati. “Kami sudah mengecek alamatnya tidak ada. Kita belum tahu motifnya,” kata Suyitono. Menurut Suyitno, penyidikan tidak dapat mengira-ngira. “Model-model begini kami sedang telusuri,” katanya.

Martha Warta-Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Diusulkan Dicopot Gara-gara Super Toy, Heru Lelono Marah
Terkait konvoi, Rumah Alex Noerdin Dijaga Ketat
Federasi Serikat Pekerja Metal Dirikan Tenda Keprihatinan
Tuah Riera
Tyson Gay Mundur, Powell dan Bolt Berpeluang

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data