Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sesepuh Golkar Ingin Akbar Tandjung Diganti
Sabtu, 20 November 2004 | 21:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah sesepuh Partai Golkar bekumpul malam ini di Hotel Hilton, Jakarta. Acara yang digagas salah satu sesepuh yang Ketua Umum Soksi Oetojo Oesman ini dimaksudkan untuk menggalang kekuatan menghadapi Musyawarah Nasional 5-10 Desember di Denpasar, Bali. Mereka ingin Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung diganti.“Sangat mendesak dilakukan revitalisasi kepemimpinan Golkar saat ini,” kata Oetojo.

Hadir dalam acara malam ini antara lain mantan calon presiden Wiranto, mantan Ketua Umum Golkar Harmoko, mantan anggota Dewan Pembina Partai Golkar Muladi, mantan Menteri Sekretaris Negara Moerdiono, mantan anggota Dewan Pembina Golkar Siswono Yudhohusudo, serta mantan Menteri Tenaga Kerja Cosmas Batubara.

Menurut Oetojo, pertemuan ini adalah langkah awal penyatuan berbagai kelompok terutama Hasta Karya --8 organisasi kekaryaan yang bernaung di bawah Golkar yakni SOKSI, Kosgoro, MKGR, AMPI, Majelis Dakwah Islam, Al-Hidayah, Himpunan Wanita Karya dan Satkar Ulama -- untuk mewujudkan pergantian kepemimpinan Golkar.

Namun, kata dia, pertemuan belum ditujukan untuk menentukan nama calon pesaing Akbar. "Semuanya akan tergantung pada kader Golkar," ujarnya.

Sejauh ini baru Akbar, Marwah Daud, dan Surya Paloh yang bersedia bersaing dalam memperebutkan kursi ketua umum. Nama-nama lain yang beredar adalah Agung Laksono, Abu Rizal Bakrie, Wiranto, dan Jusuf Kalla.

Mantan Ketua Umum AMPI Indra Bambang Utoyo mengemukakan, pertemuan malam ini ditujukan untuk menggulirkan wacana pergantian kepemimpinan ketua umum Golkar kepada pengurus daerah, baik tingkat propinsi maupun kabupaten/kota. “Sebab merekalah yang memiliki hak pilih,” katanya.

Indra membantah adanya pesanan dari pihak luar Golkar untuk menggolkan ketua umum yang lebih kooperatif terhadap pemerintah yang ada sekarang. Menurutnya, niatan untuk mengganti ketua umum sama sekali tidak didasarkan adanya pesanan.

Hanya saja dia mengatakan, dalam kenyataannya langkah Golkar untuk bergabung dalam Koalisi Kebangsaan yang mendukung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri telah menyebabkan partai terlibat dalam konflik politik yang tidak bermanfaat. “Yang ada partai malah mendapat stigma negatif dan partai juga tidak mendapat apa-apa dari kebijakan untuk bergabung dengan PDI-P,” ujarnya.

Amal Ihsan -Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Akbar Siap Pimpin Golkar Lagi
Aktivis HMI Minta Jaksa Agung Tangkap Akbar Tanjung
Akbar: Golkar Jangan Dipimpin Sosok yang Tidak Tahu Sejarah Partai


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data