|
Nasional
Pemerintah akan Bahas Kerugian di Alor, Selasa Depan
Sabtu, 20 November 2004 | 02:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat baru akan membahas besarnya kerugian Alor pada rapat koordinasi bidang kesejahteraan rakyat pada Selasa (23/11) di kantor Menko Kesra Jakarta.
Setelah itu, hasil rapat akan diverifikasi departemen terkait seperti Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Sosial, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Agama, Departemen Kesehatan dan Menki Kesra sendiri. Demikian dikatakan Sekretaris Menko Kesra Soetedjo Yuwono kepada Tempo melalui telepon, Jumat (19/11).
Sebab itu, kata Soetedjo, Pemerintah belum dapat menentukan keseluruhan bantuan rehabilitasi sarana prasarana yang rusak akibat gempa bumi tektonik berkekuatan 6 skala richter yang terjadi di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur tersebut.
"Kami belum dapat menentukan karena masih perlu diklasifikasi jenis kerugiannya. Secara resmi nanti kami akan melaporkan," ujar Soetedjo.
Soetedjo mengungkapkan saat ini baru Depsos yang menyatakan akan memberikan dana rehabilitasi sebesar Rp 1 M. Lagipula, tambah dia, beberapa jenis bantuan sudah banyak mengalir ke Kabupaten Alor seperti uang Rp 500 juta dari Bakornas, Rp 500 juta Depsos, Rp 100 juta dari DPRD NTT, 1,8 ton obat-obatan dan dana Rp 50 juta dari Depkes, Rp 500 juta dari Kedutaan Besar Cina.
Selain itu, telah diberikan bantuan bersifat darurat berupa 250 lembar terpal, 4 ton beras, 100 box Mie Instant, 100 box Aqua, pelayaan kesehatan , sejumlah uang untuk kegiatan-kegiatan penanganan emergency, mobilisasi tenaga kesehatan dan penyediaan obat-obatan. "Sebagian jalan-jalan sudah diperbaiki dan jalan terisolasi sudah dibuka oleh TNI AL dan TNI AD," tutur Soetedjo.
Bahkan hari ini (19/11) Mantan Presiden Megawati dan rombongan memberikan uang Rp 100 juta dan puluhan dus susu untuk bayi, makanan balita, mie instan, dan terpal.
Sabtu nanti (20/11) Pemerintah Australia akan memberikan A$ 50 ribu (setara Rp 324,05 juta) dan Senin (22/11) Pemerintah Jepang melalui JICA (Japan Internasional Cooperation Agency-Organisasi Pemerintah Jepang yang menyediakan bantuan teknis dan dana untuk Indonesia) akan memberikan 13 juta Yen (setara US$ 124 ribu setara Rp 1,12 M) dalam bentuk tenda, tikar plastik, matras untuk tidur dan selimut.
Badriah - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|