Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Depag Bantah Bermain Uang Dalam Penerimaan Pegawai
Kamis, 18 November 2004 | 17:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Agama membantah bermain uang dalam proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). “Kami mendengarnya, tapi itu tidak benar. Jika ada yang mengaku menawarkan untuk melolos, itu bukan pegawai Depag. Mereka orang yang mengambil manfaat dari situasi ini,” kata juru bicara Depag Soefyanto yang dihubungi melalui telepon Kamis (18/11) di jakarta, tentang isu calon pegawai yang dimintai uang pelicin hingga Rp 25 juta.

Dia menceritakan, baru-baru ini Menteri Agama Muhammad Maftuh Basuni memberhentikan seorang pejabat di lingkungan Inspektorat Jenderal Depag. “Karena terkait salah guna wewenang dalam penerimaan calon pegawai,” ucapnya.

Departemen yang menurut laporan Badan Pemeriksa Keuangan mempunyai jumlah korupsi terbesar ketimbang departemen lainnya itu juga juga memastikan tidak ada nepotisme dalam proses penerimaan 50 ribu calon pegawai di seluruh Indonesia.

Soefyanto mengakui, departemennya menerima puluhan surat sakti, yang meminta agar diloloskan dalam penerimaan pegawai tahun ini. Namun, kata dia, semua surat itu dikembalikan.

Dia menerangkan, departemennya membuka lowongan karena kekurangan guru, dosen dan tenaga-tenaga administrasi di daerah. Para pegawai ini terutama akan ditempatkan di kantor Depag baru, KUA baru dan sekolah-sekolah. “Ini akibat pemekaran wilayah,” ujar Soefyanto.

Proses penerimaan calon pegawai, kata Soefyanto, akan dilakukan melalui test tertulis pengetahuan umum, pengetahuan agama, dan Pancasila serentak di seluruh provinsi pada (24/11). Hasil test akan dihitung berdasarkan rumus tertentu dan dirangking oleh panitia yang ditunjuk Depag. Mereka yang terpilih kemudian akan dilaporkan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN). “Proses ini akan berjalan sesuai prosedur, kalau ada orang yang main-main dalam proses ini akan ditindak,” kata Soefyanto mengutip pernyataan Menteri Agama.

Badriah - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk22 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data