|
Nasional
Jepang dan Australia Sumbang Korban Gempa Alor
Kamis, 18 November 2004 | 17:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Jepang dan Australia memberikan bantuan dana kepada korban bencana gempa bumi di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Jepang memberikan Rp 13 juta Yen (setara setara Rp 1,12 M), adapun Australia memberikan A$ 50 ribu (setara Rp 324,05 juta).
“Bantuan Jepang baru akan diberikan kepada Kementerian Koordinator dan Kesejahteraan Rakyat Sabtu (20/11) dan Australia Senin (22/11),” ujar Thabrani, Deputi Tanggap Darurat Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Pengungsi, Kamis (18/11) di Jakarta.
Seperti telah banyak diberitakan media massa, gempa terjadi Jumat (12/11) pukul 5.26 WIB dengan kekuatan 6 skala richter diikuti gempa susulan 600 kali termasuk 70 kali berkekuatan 1-6 skala richter. Selama ini telah diberikan bantuan senilai Rp 500 juta dari Bakornas, Rp 500 juta dari Departemen Sosial, dan Rp 100 juta dari DPRD Nusa Tenggara Timur, serta 1,8 ton obat-obatan dan dana Rp 50 juta dari Departemen Kesehatan, dan bantuan Rp 500 juta dari pemerintah Cina.
Dalam kesempatan yang sama, Ayako, atase press and secretary Kedubes Jepang menyatakan, bahwa bantuan pemerintahnya diberikan dalam bentuk tenda, tikar plastik, matras untuk tidur, dan selimut melalui JICA (Japan Internasional Cooperation Agency-Organisasi Pemerintah Jepang yang menyediakan bantuan teknis dan dana untuk Indonesia).
“Jepang memberikan bantuan atas dasar rasa kemanusiaan, mengingat hubungan persahabatan kedua negara serta besarnya skala kerusakan yang terjadi,” ujarnya.
Sementara itu, dalam siaran persnya, Australia menyebut bantuannya dalam bentuk tenda bagi 750 keluarga. "Kami siap menawarkan bantuan lanjutan bila diminta," tulis Duta Besar Australia, David Ritchie.
Thabrani menyatakan, korban meninggal hingga saat ini mencapai 27 orang, 116 luka ringan, 118 luka berat. Kerusakan total penduduk 3854 rumah penduduk, 867 kantor, 111 sekolah dan 214 rumah ibadah.
Badriah - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|