|
Nasional
Yudhoyono: Program 100 Hari Tidak Selesaikan Semua Masalah
Rabu, 17 November 2004 | 23:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, program 100 hari dalam masa pemerintahan yang didengungkannya bukan dan tidak untuk menyelesaikan seluruh masalah. "Juga tidak mungkin dapat melakukan semua kegiatan," ujarnya saat menyampaikan pidato sebulan masa pemerintahannya di Istana Negara malam ini, Rabu (17/11). Tampak mendampingi Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, dan Menko Kesra Alwi Shihab.
Dalam naskah pidato setebal 11 halaman yang diberi judul "Mengenali Masalah, Menetapkan Agenda, dan Arah" itu Yudhoyono juga memaparkan 10 langkah yang akan ditempuh pemerintah dalam kurun waktu 100 hari, yakni melakukan konsolidasi pemerintahan, memposisikan dan mempelajari semua isu, mempelajari dan me-review segala kebijakan penting, menetapkan arah, agenda, dan prioritas pembangunan, semua itu akan dituangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah, menetapkan aturan main dan kode etik bagi seluruh jajaran pemerintahan dan lembaga eksekutif.
"Dalam 100 hari, pemerintah perlu menunjukkan determinasi dan kesungguhan yang tinggi dalam menjalankan tugas, termasuk melakukan sejumlah shock therapy," ujar Yudhoyono.
Tahap berikutnya, menurut dia, menangani berbagai masalah aktual seperti Lebaran dan pemulangan tenaga kerja Indonesia ilegal dari Malaysia, dan mencari solusi kebijakan menyangkut tingginya harga minyak di pasaran dunia yang membebani APBN, serta pada 2004 ini sistem dan praktek ketatanegaraan telah mengalami banyak perubahan.
Penyampaian pidato itu molor setengah jam dari jadwal semula pukul 20.00, karena Yudhoyono sibuk mengoreksi teks pidato dan menata sejumlah kamera televisi yang meliputnya.
Yura Syahrul-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|