Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Tim Gabungan Diperkirakan Sulit Dapatkan Hasil Otopsi Munir
Rabu, 17 November 2004 | 20:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim gabungan kasus Munir yang akan berangkat ke Belanda diperkirakan akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan hasil otopsi aktivis pembela HAM ini. Menurut Direktur Eksekutif The Indonesian Human Rights Monitor (Imparsial) Rahland Nashidik, paling tidak ada dua hal yang akan menyebabkannya. Pertama, dokumen otentik otopsi tidak akan pernah diberikan pemerintah Belanda karena dilarang oleh hukum yang berlaku di negera itu.

Kedua, dokumen tidak lagi berada di Departemen Kehakiman Belanda karena semuanya sudah diserahkan kepada Departemen Luar Negeri (Deplu) Belanda. Artinya, jika kepentingan polisi semata-mata untuk melihat dokumen asli secara lengkap, maka itu bisa dilakukan melalui permintaan Deplu Indonesia kepada Deplu Belanda. "Jadi kepergian tim kesana tidak memberikan kontribusi yang besar terhadap proses penyelidikan" ujar Rahland dalam keterangan persnya hari ini, Rabu (17/11) di kantornya, Jakarta.

Munir meninggal di pesawat Garuda Indonesia pada 17 September silam dalam perjalanan menuju Belanda. Berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan di Belanda, Munir meninggal karena diracun.

Di sisi lain, Rachland menghargai itikad baik polisi itu. Setidaknya, kata dia, upaya itu memperlihatkan bahwa polisi bersungguh-sungguh dan tanggap terhadap kasus itu. Namun, menurutnya, yang lebih penting adalah polisi mengetahui arah investigasi ketimbang menunjukkan kepada publik bahwa mereka sigap. "Publik akan lebih menghargai proses investigasi yang benar dan tepat ketimbang proses yang terburu-buru" katanya.

Rahland juga menyayangkan sikap Deplu Indoensia dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang tidak memiliki inisiatif untuk memberikan kabar kepada keluarga Munir tentang dokumen otopsi. "Mereka telah merampas hak keluarga Munir untuk menjadi orang pertama yang mengetahui dan mendapatkan hasil otopsi, kami tahu bahwa Munir diracun justru dari sumber di Belanda yang secara dekat mengikuti proses tersebut," ucapnya.

Ewo Raswa-Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Masyarakat Lebih Akrab dengan Mencoblos
Pemungutan Suara Pemilu 2009 Memakan Waktu Lebih Lama
Soetrisno Bachir Harapkan Gaet Pendukung Gus Dur
Biaya Operasional Pengelolaan Sampah Minim
Departemen Pertanian Dibobol Maling

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data