|
pertemuan APEC
Presiden Yudhoyono Akan Bertemu Howard pada Pertemuan APEC
Selasa, 16 November 2004 | 17:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan akan bertemu dengan Perdana Menteri Australia John Howard dalam pertemuan dua hari negara-negara anggota forum kerja sama ekonomi Asia Pasifik (APEC) pekan ini.
Pertemuan Howard dengan Yudhoyono ini akan menjadi pertemuan penting dalam pertemuan bilateral tersebut. Para pejabat kedua negara mengatakan, kedua pemimpin sepakat untuk saling memperkuat, mempererat, dan memperluas hubungan kedua negara.
Selain Howard, pertemuan tingkat tinggi kepala negara APEC itu juga akan dihadiri Presiden Amerika Serikat Goerge W. Bush dan Presiden Republik Rakyat Cina Hu Jintao.
Howard dan Bush menurut rencana akan melakukan diskusi one on one dalam pertemuan tingkat tinggi kepala negara selama dua hari tersebut.
Seorang pejabat menyebutkan, diskusi itu akan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral kedua negara jika memungkinkan. Pertemuan bilateral lainnya juga telah dijadwalkan antara Australia dengan Chili, Cina, Indonesia, Korea, Malaysia, Singapura, dan Selandia Baru.
Menteri luar Negeri Alexander Downer dan Menteri Perdagangan Australia Mark Vaile besok akan bertolak ke Santiago.
Selain para kepala negara, para menteri-menteri ekonomi 21 negara APEC juga akan bertemu. Berdasarkan draft rahasia yang berhasil diperoleh sebuah media online Australia, The Age.com, pertemuan kali ini terutama akan membahas masalah pengawasan pangan atau bahan baku makanan.
Pengawasan perdagangan barang-barang yang bisa konsumsi itu akan diperketat, karena diperkirakan teroris akan menyerang dengan menggunakan toxic atau bahan tersembunyi lainnya di dalam makanan. Karena itu, pengawasan dan perlindungan terhadap pasokan makanan akan menjadi prioritas utama pembahasan.
“Tahun depan, APEC akan mengutamakan cara-cara yang lebih baik untuk melindungi atau merespon bio terror attacks, termasuk serangan terhadap persediaan makanan,” papar dokumen tersebut.
Ancaman terhadap pasokan makanan ini berasal dari Counter Terrorism and Secure Trade. Lembaga ini bertugas menginformasikan ke publik dan memperkuat sistem kesehatan masyarakat, sehingga negara bisa sesegera mungkin merespon setiap ancaman terhadap masalah kesehatan regional.
Sejak serangan teroris 11 September 2001 ke gedung kembar World Trade Center (WTC) di New York dan beberapa gedung lainnya di Amerika Serika Serikat, masalah keamanan dan perang melawan teroris masuk ke dalam pembahasan pertemuan APEC.
Kedua masalah ini sama kuatnya dibahas, sama seperti pembahasan soal liberalisasi perdagangan.
Bahkan tahun ini, keamanan di sektor energi juga mulai dibahas, sehubungan dengan melonjaknya harga minyak dunia.
Dalam draft itu, berkaitan dengan harga minyak ini, menteri-menteri merekomendasikan untuk menjaga kestabilitasan pasokan dan meningkatkan investasi untuk mencari alternatif penggunaan bahan bakar lain.
Draft soal pengawasan makanan ini termasuk dalam draft deklarasi menteri setebal 20 halaman. Selain soal pengawasan makanan, juga akan dibahas kembali negosiasi perdagangan yang sempat mandek.
Sektor pertanian masih menjadi pembahasan utama dan pertemuan akan menrekomendasikan pengurangan terhadap semua bentuk subsidi ekspor pertanian dan meniadakan larangan-larangan ekspor yang tidak dapat dibenarkan.
The Age.com/Grace S. Gandhi - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|