|
Istri Munir: Otopsi dari Belanda Lebih Akurat
Senin, 15 November 2004 | 18:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Suciwati, istri almarhum Munir, menolak rencana polisi membongkar makam suaminya untuk kepentingan otopsi. Menurut dia, hasil otopsi dari Belanda lebih bagus, akurat, dan bisa dipercaya. Otopsi ulang sehubungan dengan ditemukannya kandungan racun dalam tubuh Munir. Aktivis HAM itu meningal di dalam pesawat dari Singapura ke Amsterdam, Belanda.
"Saya dan keluarga menolak (otopsi ulang) karena hasil yang ada tinggal ditindak lanjuti," kata Suciwati kepada Tempo melalui telepon, Senin (15/11). Meski secara fisik belum menerima dokumen hasil otopsi, Suciwati mengaku yakin atas rekomendasi Belanda yang menyebutkan bahwa Munir meninggal karena ada kandungan arsenik atau arsen yang melebihi ambang batas di dalam tubuhnya.
Dia khawatir, otopsi ulang akan menimbulkan masalah baru. Suciwati mempersilakan polisi menggunakan hasil otopsi dari Belanda. "Polisi tinggal menindaklanjuti. Lembaga forensik dari Belanda pasti lebih akurat dan nggak ada kepentingan macam-macam," lanjutnya.
"Saya minta hak saya dipenuhi. Hasil otopsi harus ditunjukkan kepada kami". Suciwati mengaku sudah melayangkan surat ke Belanda mengenai hasil otopsi yang masih di tahan pemerintah Indonesia tersebut. "Sekarang tinggal Pak Da'i Bachtiar (Kepala Polri) mau ngasih atau tidak," katanya. "Nanti malam saya mau nelpon," kata dia lagi.
Istri penerima penghargaan Nobel Alternatif (The Right Livehood Award) Tahun 2000 dan Yap Thiam Hien Award 1998 itu juga mengatakan, proses hukum harus segera dilakukan dan pemerintah harus bersedia menerima tim independen ikut dalam pengusutan kasus suaminya.
Rencananya, Polri akan mengirim enam penyelidik pekan ini ke Negeri Kincir Angin. Polisi membentuk tim khusus. Tim forensik kepolisian akan berkoordinasi dengan tim forensik Belanda. Sumber di Kepolisian menyebutkan, rencana keberangkatan tim ini ke Belanda diundur. "Belum pasti kapan," katanya.
Agus Supriyanto-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|