|
Nasional
Zakat Mal di LAZMI Meningkat
Sabtu, 13 November 2004 | 20:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretaris Lembaga Amil Zakat Mesjid Istiqlal (LAZMI) Wahyono mengungkapkan, meski tidak beriklan dalam memenangkan persaingan merebut donatur zakat (muzakki) namun LAZMI berhasil meraih jutaan rupiah zakat.
Wahyono menjelaskan, promosi yang dilakukan LAZMI bersifat tradisional dengan mengirim surat kepada calon-calon pembayar zakat, termasuk menteri, DPR, presiden, pejabat dan dirjen di lingkungan Depag.
“Tapi justeru yang memberikan zakat yang tidak dikirimi surat dan sebagian besar dari masyarakat,” tutur Wahyono, Sabtu (13/11).
Saat ini, ungkap dia, LAZMI telah meraup dana zakat maal sebanyak Rp 107,078 juta, zakat fitrah Rp 46,83 juta, shodaqoh Rp 10,479 juta dan fidyah Rp 2,26 juta. “Zakat maal mengalami peningkatan tapi zakat fitrah mengalami penurunan. Ini umum terjadi di mesjid lain,” tutur dia.
Untuk menjawab kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana zakat, tutur Wahyono, LAZMI akan memberikan laporan saat mimbar Jumat karena muzakki (pembayar zakat) tidak memberikan alamat lengkap.
Selama Ramadhan, tutur Wahyono, LAZMI telah menerima dana segar dari tromol sebesar Rp 79,695 juta, tromol khusus Jumat Rp 76,964 juta, tromol khusus bingkisan anak yatim Rp 53,544 juta.
“Telah dibagikan untuk 500 anak yatim masing-masing Rp 150 ribu pada Rabu (10/11),” kata dia. Selain itu, tambahnya, dana dari tromol ta'jil (buka puasa) sebesar Rp 42,538 juta.
Wahyono menambahkan, ta'jil biasanya diikuti 2.000 hingga 2.500 orang setiap hari. “Putera-puteri mantan Presiden seperti Tutut dan Bambang rutin memberikan 1.750 boks per hari selama Ramadhan,” tuturnya.
Badriah - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|