Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintah Mendukung Penuh Upaya Pemulihan Teluk Buyat
Sabtu, 13 November 2004 | 20:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Alwi Shihab mendukung penuh upaya pemulihan Teluk Buyat. Ia menyatakan hal ini hari Sabtu (13/11) seusai rapat koordinasi kesejahteraan rakyat di Jakarta.

Rapat ini, kata Alwi, intinya membahas tindak lanjut penanganan kasus pencemaran Teluk Buyat, terutama yang terkait dengan aspek kesejahteraan masyarakat. “Aspek hukum berjalan terus, begitu juga tim verifikasi. Tapi yang harus ditangani terlebih dahulu adalah penanganan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat,” tuturnya.

Alwi memaparkan, rencana tindakan yang harus dilakukan adalah mengurangi atau menghilangkan dampak pencemaran yang mengganggu masyarakat, flora dan fauna. Ia menjelaskan di Buyat ada orang sakit yang perlu penanganan dan lingkungan yang perlu perbaikan. “Biayanya akan kita cari bersama, dari mana pun, karena ini menyangkut kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Ke depan, Alwi mengingatkan agar dilakukan pemantauan terus-menerus terhadap dampak lingkungan. “Agar kejadian ini tidak terulang di tempat lain,” seraya menargetkan dalam waktu seratus hari masalah Buyat dapat diselesaikan dan memuaskan semua pihak.

Selain itu, Alwi menuturkan pentingnya Menteri Lingkungan Hidup terlibat sedini mungkin dalam kebijakan penentuan izin, yakni dari awal sejak perencanaan industri yang akan dilakukan di Indonesia. “Jadi jangan sampai setelah perusahaan tambang selesai, baru kita repot. Sampai-sampai hari libur mengadakan rakor (rapat koordinasi)," ucapnya.

Selain itu, Alwi meminta tindak lanjut penanganan kasus Buyat dalam rapat koordinasi bidang perekonomian. “Khususnya untuk membahas masalah lingkungan sehingga pembangunan berwawasan lingkungan dapat diwujudkan,” tegasnya.

Alwi menyarankan Newmont memberikan aset yang dapat digunakan masyarakat. “Seperti bangunan, sarana produksi dan kegiatan ekonomi produktif yang ditinggalkan oleh Newmont,” ujarnya seraya mengatakan hal tersebut sebagai konsekuensi etis dari perusahaan.

“Kita mengimbau dan mereka dapat meresponsnya secara positif. Hendaknya semangatnya adalah win-win solution,” tuturnya.

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari angkat bicara tentang penanganan masalah kesehatan di Teluk Buyat. Ia menyatakan pihaknya telah optimal membantu masyarakat dengan mengirimkan sejumlah tenaga ahli dari Departemen Kesehatan, RSCM, WHO, dan tim ahli Minamata dari Jepang. “Kegiatan yang dilakukan adalah pengobatan gratis, audit kesehatan, pemeriksaan intoksikasi logam berat,” ujarnya.

Selain itu, kata Siti, juga dilakukan pemeriksaan ibu, bayi dan balita, serta rujukan pasien bila perlu. Ia juga mengatakan ambulans gawat darurat telah dikirim sebanyak tiga unit, mesin-mesin kesehatan, obat-obatan dan makanan tambahan.

Pemerintah, kata dia, telah membiayai pengobatan masyarakat di Rumah Sakit Cikini. Siti juga memaparkan telah mengganti biaya hidup dan transport selama masyarakat di Jakarta, sekaligus perjalanan pulang pergi Jakarta-Manado.

Hal senada dikatakan oleh Menteri Riset dan Teknologi yang mendukung masyarakat Buyat yang menderita harus disembuhkan dengan biaya pemerintah. Remediasi lingkungan, kata dia, juga dilakukan dengan biaya pemerintah. “Kalaupun nanti terbukti Newmont bersalah, Newmont harus bayar denda ke pemerintah, bukan ke penduduk,” tegasnya.

Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar juga menyatakan bahwa dirinya akan mengamati kinerja dari PT Newmont di tempat-tempat selain Buyat. “Ini akan jadi masukan untuk saya,” ujarnya. Hal ini terkait dengan temuan tim terpadu penanganan kasus Buyat yang menyatakan ada pencemaran di Buyat.

RR. Ariyani – Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menristek Diminta Bentuk Tim Verifikasi Kasus Buyat
Pemerintah Putuskan 1 Syawal Jatuh Pada Ahad
Pemerintah Bantu Masyarakat Miskin Kelurahan Rp 3,5 Triliun
Newmont: Ada Usaha Membelokkan Masalah Kasus Buyat
Pemerintah Latih TKI yang Ingin Kembali ke Malaysia
Kasus Buyat, Polri Akan Gelar Perkara dengan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara
Newmont Berharap Keputusan Pemerintah Berbeda dengan Tim Teknis
Assegaf: Nabiel Tidak Permasalahkan Temuan Tim Teknis Buyat
Pengacara Assegaf Bantah Nabiel Makarim Bohong
Walhi Sambut Baik Penjelasan Menteri Soal Buyat
> selengkapnya...


Referensi

Laporan Tim Peer Review Soal Kasus Teluk Buyat
Laporan Hasil Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik Teluk Buyat
Profil Alwi Sihab

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Yenny Wahid Bantah Klaim Yusril Didukung Gus Dur
Olimpiade Paralimpik Dibuka dengan Meriah
Christopher Terhenti di Final AS Terbuka
Marcos Senna, Terbaik La Liga Musim 2007/08
Mencontreng atau Mencoblos Ditentukan September Ini

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data