Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Munir Terkena Racun Arsenik
Jum'at, 12 November 2004 | 14:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Badan Reserse dan Kriminalitas (Kabareskrim) Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung mengatakan Munir, pendiri Imparsial terkena racun arsenik. Pernyataannya itu didasarkan hasil terjemahan fotocopy laporan toksikologi yang dikirimkan pemerintah Belanda melalui Departemen Luar Negeri Indonesia.

"Jadi, hasil sementara yang kita baca dengan ahli forensik kedokteran toksikologi, sekali lagi, baik dari kedokteran forensik maupun toksikologi forensik, memperlihatkan bahwa dalam tubuh almarhum Munir terdapat zat arsenik, logam berat dalam kadar yang melampaui batas kewajaran," kata Suyitno usai Salat Jumat (12/11) di Mabes Polri, Jakarta.

Tetapi, menurut Suyitno, belum dapat diketahui arsen itu dimasukkan melalui air atau dalam bentuk lainnya. Juga belum dapat diketahui, kapan Munir mengonsumsi zat itu. "Sehingga harus kita selidiki," katanya. Untuk itu, rencananya dalam pekan depan, enam orang anggota Polri akan dikirim ke Belanda. Mereka terdiri atas dua penyidik reserse, dua dari laboratorium forensik - salah satunya ahli toksikologi dan dua orang dari kedokteran.

Suyitno mengatakan, tim ini akan difasilitasi oleh Dirjen Amerika dan Eropa Departemen Luar Negeri. Selain itu Departemen Luar Negeri akan mendampingi Polri ditambah ahli toksikologi dari Universitas Indonesia (UI) dan RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta sebagai tim pembanding. "Fakta laboratoris akan menjadi fakta yuridis yang bisa digunakan untuk proses penyidikan," kata Suyitno. Sambil itu dilakukan, pihak kepolisian menurut Suyitno akan menyelusuri dokumen yang dikirimkan oleh Kedutaan Besar Belanda kepada Deplu Indonesia, apakah asli atau tidak. "Kalau ada, akan kita minta apakah ini merupakan bagian visum et repertum model Belanda," kata Suyitno.

Menyoal pertemuannya dengan Suciwati, isteri almarhum Munir, Suyitno mengatakan belum sampai pada pembuatan berkas acara pemeriksaan. "Hanya omong-omong saja, dia kan menanyakan," kata Suyitno. Selanjutnya, menurut Suyitno, pihak kepolisian akan memintai keterangan pada Suciwati untuk proses penyidikan. Fokus pertanyaan terutama saat Suciwati mendampingi Munir menjelang keberangkatannya ke Belanda. Sebab "penjelasan Suci seminggu sebelum keberangkatan, menyatakan kalau Munir tidak pergi kemana-mana, almarhum tidak suka jajan, tidak suka ke restoran," kata Suyitno mengutip Suci.

Martha Wartha

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Selidiki Kematian Munir, Mabes Polri akan Kirim Tim ke Belanda
Istri Munir Datangi Mabes Polri
Hasil Otopsi Jenazah Munir Sudah Diterima Pemerintah
Pemerintah agar Serahkan Dokumen Otopsi pada Keluarga Munir
Visum (alm.) Munir Belum Diterima Keluarga
Visum Munir Keluar Pekan Ini
Emha Ainun Nadjib Pimpin Doa untuk Munir
Jenazah Munir Dimakamkan
Jenazah Munir Tiba di Malang Malam Ini
Wirajuda: Munir Meninggal Secara Wajar
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Diusulkan Dicopot Gara-gara Super Toy, Heru Lelono Marah
Terkait konvoi, Rumah Alex Noerdin Dijaga Ketat
Federasi Serikat Pekerja Metal Dirikan Tenda Keprihatinan
Tuah Riera
Tyson Gay Mundur, Powell dan Bolt Berpeluang

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data