Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Selidiki Kematian Munir, Mabes Polri akan Kirim Tim ke Belanda
Jum'at, 12 November 2004 | 13:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Koordinator Kontras, Usman Hamid mengatakan Mabes Polri akan menyelidiki kasus kematian pendiri Imparsial, Munir. “Kabareskrim sudah menjelaskan bahwa ada tiga tim yang dibentuk,” kata Usman usai mendampingi istri Munir, Suciwati menemui Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Komjen Pol. Suyitno Landung, Jumat (12/11).

Hamid menjelaskan, tim pertama akan meminta keterangan resmi dari pemerintah Belanda tentang hasil analisis toksikologi yang telah diberikan kepada pemerintah Indonesia untuk dijadikan projusticia. Ini karena polisi belum menerima dokumen otopsi secara langsung, terutama yang asli. Selanjutnya, kata Usman, Mabes Polri sudah menyiapkan tim yang akan memintai keterangan dari orang-orang yang dekat dengan Munir. Antara lain, Suciwati istri Munir, dan beberapa awak Garuda yang saat itu ikut dalam penerbangan ke Belanda.

Menurut Usman, selain Mabes Polri, yang akan diikutsertakan dalam tim adalah Suciwati dan perwakilan dari LSM. “Ini untuk memenuhi keinginan Suci sebelumnya yang ingin menerima langsung hasil otopsi Munir,” kata Usman. Selain karena Suci ingin melihat proses pengembangan penyidikan sampai tuntas. “Dia ingin menyaksikan dan menjadi pihak pertama yang mengakses langsung hasil penyelidikan di Belanda,” ungkap Usman.

Polisi bergerak cepat. Menurut Usman, hari ini pula administrasi visa tengah diurus. Persoalan kapan tim dari mabes polri plus ini berangkat ke Belanda, Usman mengutip pernyataan Suyitno, paling lambat tanggal 15 November. Sebab menurut Usman, pemerintah Belanda memberi tenggat waktu enam bulan sejak kematian Munir untuk menggali bahan dari Belanda.

Suciwati sendiri usai bertemu Suyitno, enggan memberi keterangan pada pers. Ia malahan terlihat menangis begitu keluar dari ruangan Kabareskrim. Wajahnya masih terlihat terguncang. Saat ditanya wartawan, Suci terdiam. Smitha Notosusanto dari Cetro dan Emmy Hafild mencegah wartawan untuk tidak bertanya dulu kepada Suci. Sementara Bini Buchori dari Infid menggandeng tangan Suci dan menggiringnya ke mobil.

Martha Warta

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Istri Munir Datangi Mabes Polri
Hasil Otopsi Jenazah Munir Sudah Diterima Pemerintah
Pemerintah agar Serahkan Dokumen Otopsi pada Keluarga Munir
Visum (alm.) Munir Belum Diterima Keluarga
Visum Munir Keluar Pekan Ini
Emha Ainun Nadjib Pimpin Doa untuk Munir
Jenazah Munir Dimakamkan
Jenazah Munir Tiba di Malang Malam Ini
Wirajuda: Munir Meninggal Secara Wajar
Aksi Mengenang Munir Digelar di Surabaya
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Jalur Selatan Kereta Api Normal Kembali
Kecil Kemungkinan Beda Awal Puasa dan Lebaran
Tunai Rp 1 Milyar Bagi Peraih Emas Olimpiade
Amrozy cs Dikunjungi Kerabat
Mahasiswa Kediri Demo Tuntut Pengusutan Dana Hibah Persik

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data