|
Nasional
Libya Siap Bantu Indonesia Selesaikan Masalah Aceh
Jum'at, 12 November 2004 | 13:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Libya menyatakan kesediaannya membantu Indonesia menyelesaikan konflik di Aceh. Menurut Syaiful Islam al Khadafy, putra Presiden Libya Moammar Khadhafy, Libya sama sekali tidak mendukung kemerdekaan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dari Indonesia.
"Kami ingin melihat Indonesia tumbuh sebagai negara Islam yang kuat," kata
Syaiful usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka,
Jakarta, Kamis malam (11/11). Dalam pertemuan itu, Presiden Yudhoyono
didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro dan
Juru Bicara Kepresidenan Urusan Luar Negeri, Dino Patti Djalal.
Dino menjelaskan, dalam pertemuan selama sekitar setengah jam, Presiden
Yudhoyono menyampaikan bahwa beberapa anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
pernah tinggal di Libya. Dalam upaya mencari solusi tepat dan damai bagi
konflik di Aceh, Presiden berharap Libya dapat membantu.
Menanggapi permintaan Presiden Yudhoyono, kata Dino mengutip Syaiful, Libya
menegaskan dukungannya kepada integritas wilayah Indonesia dan menentang
segala bentuk gerakan separatis seperti GAM. Untuk itu, Libya bersedia
membantu Indonesia menyelesaikan konflik di Aceh dalam kapasitas apapun.
"Bahkan bersedia menghimbau anggota GAM menghentikan perjuangannya," kata
Dino.
Kedua negara, ujar Dino, juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam
bidang perdagangan, perminyakan dan teknologi persenjataan. Selain itu,
Libya juga menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Konferensi
Tingkat Tinggi Asia Afrika yang akan diadakan di Indonesia tahun depan.
Syaiful juga menyampaikan niat Presiden Libya Moammar Khadhafi berkunjung ke
Indonesia tahun depan.
Sapto Pradityo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|