Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Takbir Akbar

NU Tarik Diri Dari Kepanitiaan
Kamis, 11 November 2004 | 23:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU)DKI Jakarta mengundurkan diri dari kepanitianan penyelenggaraan takbir akbar nasional 1425 Hijriah/2004 Masehi yang sedianya menghadirkan Presiden RI , Susilo Bambang Yudhoyono.

PWNU juga mencabut pernyataannya atas kesanggupan melaksanakan takbir akbar nasional sebagaimana tertuang dalam surat No 399/A/PWNU DKI/Tan/10/2004 tanggal 4 Oktober 2004. "Kalau berbuat baik kan semua berebut. Ini positif. cuma kalau ada 2 kan mubadzir. Salah satu mengalah. Kita sangat menghargai sikap PWNU,"kata Ketua Panitia Takbir Akbar, Abdullah Syaifuddin, di Jakarta (11/11).

Dalam suratnya, Rois Syuriyah PWNU, Syafei Hadzami mengungkapkan, alasan pengunduran itu karena kepanitiaan yang dibentuk Dewan Masjid Indonesia (DMI) telah lebih dulu berkoordinasi dengan Setneg, Departemen Agama dan lembaga pemerintahan tingkat pusat lainnya.

Sebelumnya, Deputi V Menko Kesra menetapkan Panitia Takbir Akbar DMI sebagai panitia tingkat nasional dan Panitia Takbir Akbar PWNU sebagai panitia tingkat provinsi. "kegiatan Takbir Akbar perlu disiapkan oleh satu Panitia Tingkat Nasional yang bekerja secara profesional,"kata Syafi'i.

Ketua II panitia Takbir Akbar, Besrizal mengungkapkan bahwa takbir akbar akan dihadiri 6.000 anak yatim, dan fakir miskin di seluruh Jabotabek. Sumber dana acara ini berasal dari sumbangan dan donatur baik dari masyarakat maupun sponsorship dengan BUMN seperti PLN, Pemda Propinsi DKI Jakarta. "Pertamina baru akan menjadi sponsor"katanya.

Menurut Besrizal bingkisan untuk anak yatim dan fakir miskin saja sebesar Rp 1,5 miliar. Rencananya acara ini, selain dihadiri Presiden dan Wapres, juga akan dihadiri Menteri Kabinet Bersatu, Ketua DPR, Gubernur DKI Jakarta, tokoh masyarakat dan dai kondang Aa Gym. "Hiburan didatangkan dari anak-anak As-syafi'iah, "katanya.

Badriah

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Putra Mahkota Libya Bagi-Bagi Sembako
Gus Dur Bersedia Jadi Rois Am PBNU
NU Berharap Tidak Ada Perbedaan Waktu Idul Fitri
Presiden Diminta Buka Muktamar NU
Hasyim Muzadi Belum Putuskan Pencalonannya
PWNU DIY Buat Kriteria Untuk Ganjal Hasyim Muzadi
Biaya Muktamar NU Rp 6 Miliar
Jawa Timur Tetap Inginkan KH Hasyim Muzadi
Gus Dur Kemungkinan Besar Perkuat Syuriah NU
Lakpesdam NU Jateng Tolak Pencalonan Hasyim Muzadi
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data