Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Duka Cita Atas Wafatnya Arafat Terus Mengalir
Kamis, 11 November 2004 | 22:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sejumlah tokoh dan masyarakat terus berdatangan ke kantor Kedutaan Besar Palestina di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat untuk menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Presiden Palestina Yasser Arafat. Sampai Kamis (11/11) malam, sejumlah nama mengisi buku tamu, antara lain Ali Alatas, Menkokesra Alwi Shihab, mantan Menkeu Marie Muhammad, Ketua MK JImly Asshidique, Ketua MUI Amidhan, Ketua Al-Irsyad Geyes Amar, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta.

Buku tamu yang tersedia sebanyak empat buah dan diletakkan di atas dua buah meja panjang yang dilapisi kain putih dan hijau.Buku tamu tersebut disediakan di sebuah ruangan berbentuk limas berukuran sekitar 7 meter persegi dan lantai berlapis karpet merah. Sebuah bingkai foto ukuran poster bergambar Yasser Arafat lengkap dengan kafiyehnya tergantung di atas tembok bercat putih. Hanya ada sebuah karangan bunga ucapan duka cita dari Pemerintah Provinsi Banten.

Di bagian luar ruangan terdapat sekitar sebelas karangan bunga dari berbagai tokoh dan instansi serta organisasi massa. Tidak ada persiapan khusus yang disiapkan Kedutaan Besar Palestina. Hanya ada penasehat kedutaan Nasser A. Wahab dan sekretaris pertama Taher Ibrahim Ahmad yang sibuk menerima kedatangan tamu.

?Tentu saja kami sangat sedih,? kata Nasser kepada Tempo. Dia menambahkan Abu Ammar--panggilan lainnya-- merupakan ikon perjuangan Palestina selama lebih dari empat dekade. Arafat, kata dia, merupakan tokoh karismatik dan tidak ada yang bisa menyamainya.

Nasser menjelaskan, selama 60 hari ke depan kepemimpinan Palestina diambil alih Ketua Parlemen Rauhi Fatuh sebagai presiden. Mahmoud Abbas sebagai Ketua PLO dan Ahmed Qurey tetap sebagai Perdana Menteri.

Dia yakin pemilu yang akan digelar dua bulan lagi akan berjalan lancar. ?Siapapun yang dipilih itu hak rakyat,? tegas Nasser. Dia tidak merasa gusar akan terjadi konflik internal diantara berbagai faksi dan kemungkinan kelompok garis keras Hammas akan memenangkan pemilu.

Faisal Assegaf?Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Israel Antisipasi Kerusuhan
MUI : Arafat Tidak Sekedar Pejuang Palestina
Presiden Beri Penghormatan Terakhir untuk Yasser Arafat
Abu Mazen Pemimpin Sementara PLO
Presiden Bush Sampaikan Duka Cita
PM Blair: Arafat Simbol Warga Palestina Memperjuangkan Perdamaian
Kofi Annan Ucapkan Bela Sungkawa
Arafat Dimakamkan Di Markas Ramallah
Yasser Arafat Wafat
Demo Hari Al-Quds
> selengkapnya...


Referensi

Hari-Hari Penting Yasser Arafat

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk88 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data