|
Nasional
Menteri Ancam Cabut Trayek Bus yang Nakal
Kamis, 11 November 2004 | 18:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Perhubungan Hatta Rajasa mengancam mencabut trayek perusahaan bus yang melanggar ketentuan Lebaran yang ditetapkan pemerintah, seperti tarif batas atas-batas bawah. Ancaman itu disampaikan kepada wartawan disela-sela inspeksi mendadak di Bandara Udara Juanda, Surabaya, Kamis (11/10).
Menurutnya untuk bus kelas ekonomi pemerintah telah menetapkan batas atas dan batas bawah, alasannya tahun ini tak ada tuslah. Batas atas dinaikkan 6,6 persen dari Rp 76 menjadi Rp 81 /kilometer/orang. Untuk kelas ekonomi, kalau ada perusahaan bus yang melampaui dari harga atas yang telah ditetapkan menteri meminta masyarakat melaporkan. Saat ini Hatta menyatakan sudah mendapat laporan tentang perusahaan bus yang melanggar. ?Sementara akan kita berikan teguran-teguran,? katanya.
Untuk bus kelas eksekutif ber AC, Hatta menyerahkan pada mekanisme pasar. Dia sudah meminta Organda menetapkan batas-batas wajar. Akan tetapi di dalam tiketnya harus dicantumkan harganya. ?Tak boleh penumpang duduk dan tak tahu berapa harga tiket untuk keberangkatan,? katanya. Selama ini penumpang terjebak. ?Kalau sudah berangkat dikatakan harganya sekian, kalau tak mau diturunin. Itu tak boleh terjadi. Kalau ada bus menurunkan penumpang maka sanksinya adalah pencabutan izin trayek," katanya.
Sementara terkait dengan angkutan udara, Hatta menjelaskan sudah ada batas atas sekitar Rp 1.000/mil atau 11 sen /mil. Namun selama ini batas atas itu tak pernah tersentuh. ?Lebaran kali ini ada kenaikan. Ini sesuai dengan mekanisme pasar, namun setelah di chek ke perusahaan penerbangan belum menyentuh sampai batas atas. Jadi kenaikannya masih dalam batas-batas toleransi dan koridor yang ditetapkan,? ucapnya.
Adi Mawardi?Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|