Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintah Latih TKI yang Ingin Kembali ke Malaysia
Rabu, 10 November 2004 | 20:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Rapat menteri di jajaran kesejahteraan rakyat memutuskan untuk mempersiapkan dan membekali tenaga kerja Indonesia yang telah pulang ke tanah air dan ingin kembali ke Malaysia. ?Dari TKI yang sudah tiba di tanah air, sekitar 70 persen ingin kembali ke Malaysia. Dan ini harus dibekali,? ujar Menko Kesra Alwi Shihab dalam keterangan persnya seusai rapat, Rabu (10/11) sore di Jakarta.

Keputusan untuk membekali dan mempersiapkan dengan baik TKI, menurut Alwi, adalah juga keinginan pemerintah Malaysia. ?Malaysia ingin ada induction training dan semacam sertifikat yang menyatakan kepatutan untuk bekerja kembali ke Malaysia,? katanya.

Menko Kesra menjelaskan pelatihan yang diberikan kepada calon TKI yang akan berangkat kembali ke Malaysia dititik-beratkan untuk membekali adat istiadat Melayu, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Melayu dan Inggirs dan sedikit pengetahuan tentang undang-undang yang berlaku di Malaysia. ?Pengetahuan ini penting untuk mengurangi konflik di negara tempat TKI bekerja,? tegasnya.

Untuk persiapan, penempatan dan perlindungan TKI dimasa yang akan datang, rakor kesra memutuskan untuk segera membentuk Badan Koordinasi Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI di luar negeri. ?Pembentukan badan nasional ini sejalan dengan Undang-Undang No 39 tahun 2004 tentang PPILN," ujarnya. Selain itu, rapat juga mempertimbangkan pembentukan pasport khusus TKI.

Untuk mewujudkan keputusan rakor, jelas Alwi, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Fahmi Idris akan mempersiapkan paper yang akan didiskusikan bersama dengan semua pihak terkait, termasuk LSM, PJTKI, dan sektor swasta. ?Hasil diskusi berupa paper akan menjadi rekomendasi untuk dikeluarkan ke (sidang) kabinet,? paparnya.

Semua persiapan penanganan TKI yang akan kembali ke Malaysia akan menjadi program 100 hari Depnakertrans, termasuk pengadaan pelatihan dan pemberian pasport. ?Kita akan usahakan agar pemberian paspor dapat dilakukan di daerah asal,? katanya. Mengenai anggaran pemulangan TKI, tambahnya saat ini sudah selesai dibahas di Departemen Keuangan dan siap untuk dicairkan.

Menakertrans Fahmi Idris menegaskan pemerintah bertekad mengusahakan agar tenaga kerja dapat kembali ke Malaysia sebagai TKI legal. ?Oleh karena itu, kami akan menata ulang baik proses maupun lembaga untuk menangani TKI,? kata Fahmi. Badan koordinasi nasional PPILN yang akan dibentuk menurutnya bersifat semi independen, artinya meskipun badan tersebut terdiri dari departemen yang terkait, badan tersebut juga akan terdiri dari LSM dan PJTKI serta stakeholder.

Rakor kesra yang dimulai pada pukul 14.30 WIB sampai 17.00 WIB dihadiri juga oleh Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri Perhubungan Hatta Radjasam, Kapolri Jendral Da'i Bachtiar dan Kedubes Indonesia untuk Malaysia Rusdi Harjo.

Rina Rachmawati?Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Hanya 16 Persen TKI yang Memanfaatkan SPLP
KBRI Siapkan Faktor Non Yuridis Kasus Herlina
Malaysia Belum Beri Perpanjangan Waktu Amnesti
Lagi, Demonstrasi di Depan Kedutaan Besar Malaysia
Dana Pemulangan TKI Belum Cair
Kuasa Hukum Fahmi Idris Kecewa Mahkamah Agung
PAS Malaysia Siap Bantu Kasus Herlina
Menjelang Lebaran, Transfer Uang Buruh Migran Naik 550 Persen
LSM: Penangkapan 71 TKI, Kontradiktif
Pengusaha Travel TKI Keluhkan Maraknya Jemputan Liar
> selengkapnya...


Referensi

Profil Fahmi Idris
Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data