Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

KSAL Setuju Bisnis TNI Ditertibkan
Rabu, 10 November 2004 | 06:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Bernard Kent Sondakh menyatakan setuju dengan rencana Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono untuk menertibkan kegiatan bisnis di lingkungan TNI. Ia juga mempersilahkan jika perusahaan-perusahaan yang dikelola TNI AL akan digabungkan dalam sebuah BUMN.

?Dari dulu pun kita sudah tertibkan. Kalau di TNI AL sudah dari dulu,? kata Sondakh menjawab pers Selasa (9/11) sore. Seperti diberitakan, Juwono Sudarsono mengatakan Departemen Pertahanan dan Mabes TNI telah membentuk kelompok kerja (Pokja) untuk menyusun kerjasama dua instansi ini ke depan. Pokja ini nantinya juga akan melakukan penertiban unit-unit usaha seperti koperasi dan yayasan yang ada di setiap angkatan.

Menurut Sondakh, perusahaan-perusahaan yang dikelola TNI AL kini tinggal 6 buah saja. ?Enam perusahaan ini akan segera kita jual ke swasta,? katanya. Sebelumnya, katanya, TNI AL mengelola 26 buah perusahaan. ?Dan itu sudah kita tertibkan, dalam 2 tahun saya menutup 20 perusahaan. Sekarang tinggal 6 perusahaan dan mau kita jual ke swasta,? lanjutnya. Ditanya kenapa harus dijual, apakah perusahaan-perusahaan itu merugi, ?Kalau merugikan sih tidak. Untung juga sih sedikit-sedikit untuk beri rokok para prajurit, masih bisa lah,? katanya.

Namun, kata Sondakh, jika memang UU mengharuskan usaha-usaha di lingkungan TNI harus ditutup, ia akan segera menutupnya. Ditanya berapa sebenarnya keuntungan perusahaan-perusahaan yang dikelola TNI AL itu, ?Untungnya cukup. Paling-paling seratus juta lah,? katanya.

Sondakh juga setuju jika Menhan Juwono Sudarsono berniat menggabungkan bisnis di lingkungan TNI dalam sebuah BUMN-Militer. ?Silahkan saja, mau diambil silahkan, saya tidak ambil pusing kok. Jadi tentara itu tidak pernah jadi pedagang, dari dulu tentara juga bukan bisnis. Jadi sekarang kalau mau diambil, silahkan,? katanya.

Dimas Adityo?Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mayjen Safzen Resmi Jadi Komandan Marinir
Theo Sambuaga Dukung Penertiban Bisnis Tentara
Lemhannas Dukung Bisnis TNI Ditertibkan
Panglima TNI: Penempatan TNI Dibawah Dephan Jangan Terburu-buru
Lima Kapal Perang TNI AL Buat Angkut TKI Malaysia
Wiranto Kunjungi Presiden Yudhoyono
49 Anggota DPR Ajukan Interpelasi Kepada Presiden
Presiden Minta Operasi Militer di Papua Tak Korbankan Warga Sipil
Isi Surat Presiden SBY kepada Ketua DPR
Anggota Lan AL Mataram Tewas Tertembak Komandanya Sendiri
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah TNI AU
Spesifikasi F-16
Profil Endriartono Sutarto
Kepres RI No. 28 Thn.2003 Tentang Pernyataan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
UU RI nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara

Website

Departemen Pertahanan


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [4]


Berita Terakhir

Federasi Serikat Pekerja Metal Dirikan Tenda Keprihatinan
Tuah Riera
Tyson Gay Mundur, Powell dan Bolt Berpeluang
Selektif Menerima Tawaran
Sultan Yogya Usul Kotanya Disebut Kota Republik

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data