Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Otonomi Khusus Belum Selesaikan Kekerasan di Papua
Rabu, 10 November 2004 | 05:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Usman Hamid menyatakan peristiwa kekerasan dan dan pelanggaran hak asasi manusia di Papua masih terus berlanjut. ?Hal itu akibat tidak berubahnya pendekatan keamanan, meski telah terjadi pergantian rezim politik dan penerapan otonomi khusus,? katanya dalam diskusi tentang Papua dan HAM, di Jakarta, Selasa (9/11).

Usman yang menjadi anggota Pokja Papua, menilai ketiadaan pertanggungjawaban negara atas peristiwa-peristiwa kekerasan akan semakin memicu spirit masyarakat Papua untuk segera lepas dari Indonesia. Apalagi kekerasan tersebut tetap terjadi meski telah diberlakukan otonomi khusus.

Ketika menjadi calon presiden, Susilo B Yudhoyono sudah menyampaikan gagasannya tentang Aceh dan Papua. Dalam gagasan itu, kata Usman, kedua wilayah itu sudah memperoleh otonomi khusus. Hal itu sudah dianggap solusi final dan jalan politik yang terbaik. Dan karena itu, ?tidak ada kamus merdeka bagi Aceh dan Papua,? Merujuk pada pandangan ini, otonomi khusus dilihat sebagai jalan politik yang dianggap final. Usman tidak menyalahkan pandangan ini, bahkan memberikan dukungan. ?Pandangan ini tidak salah, sebab otonomi khusus merupakan kebijakan yang lahir dari proses panjang reformasi politik Indonesia, yang salah satu agendanya adalah desentralisasi,? katanya.

Namun ternyata harapan dan tujuan itu tidak serta merta mampu mewujudkan perubahan berarti ke arah yang lebih baik. Hal ini terindikasikan dari kehidupan masyarakat Papua yang belum sepenuhnya mengalami kemajuan. ?Hal ini merupakan akibat praktek korupsi yang tumbuh subur sejak diberlakukannya otonomi khusus,? ujar Usman. Indikasi lain terlihat dari belum terlepasnya lingkaran kekerasan dari propinsi paling timur Indonesia ini.

Eko Arie Wibowo ? Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Depdagri Bentuk 8 Regional Untuk Sosialisasi UU Pemda
Unjuk Rasa Anti Militerisme di Papua
Depdagri Siapkan Piranti Hukum Pilkada Langsung
TNI Tidak Akan Tarik Pasukan dari Papua dan Aceh
LSM di Australia Diduga Bantu Gerakan OPM
Gubernur Papua Sesalkan Keluarnya Inpres Percepatan Pemekaran Papua
Pemuda Papua Respons Positif Keputusan PTUN
Malarangeng: Tolak Pengambilalihan Kewenangan Pemda di Laut
Sidang Dewan Adat Papua II Digelar
Satu Tersangka Kasus Abepura Segera Dilimpahkan ke Pengadilan Ad-Hoc HAM
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 10 Tahun 2001 Tentang Pelaksanaan Otonomi Daerah Di Bidang Pertanahan
UU RI No.25 Thn.1999 Tentang Pertimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah
UU RI No.22 Thn.1999 Tentang Pemerintahan Daerah
> selengkapnya...

Website

Departemen Dalam Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Bursa Amerika Anjlok
Sumatera Barat Dapat Penawaran Perdagangan Karbon
Pak Wonohito Dimakamkan Siang ini
McCain Pilih Gubernur Perempuan Sebagai Cawapres
Jalan Jakarta Pagi Lancar, Siang Rawan Kemacetan

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data