|
Nasional
Libya Dukung Indonesia Hadapi Konspirasi Pengancuran Islam
Rabu, 10 November 2004 | 04:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Putra Presiden Libya Moammar Khadafi, Syaiful Islam Khadafi, mencurigai adanya kekuatan asing yang ingin menghambat perkembangan Islam di Indonesia. "Apakah Australia membantu gerakan yang ingin menghambat perkembangan Islam di Indonesia?" tanya Syaiful Islam dalam pertemuan dengan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (9/11) malam. Dia juga bertanya mengenai kehidupan beragama di Indonesia dan kerukunan antar kelompok Islam di Indonesia.
Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 15 menit. Syaiful Islam didampingi penasehatnya, Rajab Abdul Aziz, kuasa usaha Libya untuk Indonesia, Ali Al Mabruk dan sekitar 16 orang pengawal pribadi. Dari pihak MUI, tampak hadir Ketua MUI, Umar Shihab dan Sekretaris Umum MUI, Dien Syamsuddin. Sebelumnya, Syaiful Islam telah memberikan bantuan sembako kepada sekitar 4 ribu warga miskin di kawasan pondok pesantren Asy Syafi'iyah, Jati Waringin, Pondok Gede, Jakarta dimana dia bertemu dengan Tuty Alawiyah.
Syaiful Islam sendiri tiba di Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta pukul 15.15 WIB hari ini. Syaiful dan rombongan datang menggunakan pesawat jet pribadi. Berdasarkan Informasi yang diperoleh TEMPO, senjata jenis AK 47 yang dibawa para pengawal pribadi Syaiful ditolak masuk dan tertahan di bandara. Para pengawal ini hanya dibolehkan membawa pistol yang tidak diketahui jenisnya.
Menjawab pertanyaan Syaiful islam yang juga Ketua Gaddafi Internasional Foundation for Charity Association tersebut, Umar Shihab mengatakan secara resmi pihak MUI tidak mengetahui akan hal itu. "Tapi tidak mustahil ada bantuan Australia untuk menghalangi perkembangan Islam di Indonesia," kata Shihab. Menjawab pertanyaan kedua, Umar Shihab menjelaskan kehidupan antarumat beragama di Indonesia berjalan harmonis, demikian pula halnya dengan hubungan antar kelompok Islam di Indonesia.
Syaiful Islam sempat menjadi imam sholat Isya di masjid Istiqlal. Usai sholat, dia secara simbolis memberikan bantuan bagi rakyat miskin di Indonesia. TEMPO menyaksikan sebuah truk kontainer mengangkut bantuan sembako bagi warga miskin itu keluar dari halaman Masjid Istiqlal.
Dalam sambutannya, secara tegas Syaiful Islam menyampaikan dukungan Presiden Muammar Khadafi. "Presiden Khadafi memberikan dukungan secara moril kepada bangsa Indonesia dalam menghadapi gerakan konspirasi yang ingin menghancurkan Islam," kata Syaiful Islam mengutip pernyataan ayahnya.
Dia menegaskan, Libya secara terus terang memproklamirkan dukungan terhadap Indonesia dalam menghadapi upaya penindasan dan imperialisme. "Walau jarak antara Libya dan Indonesia sangat jauh, Kita adalah satu dan akan tetap bersatu," tegas Syaiful Islam yang juga berharap agar dunia internasional melihat kerjasama umat Islam Indonesia dan Libya.
Faisal Assegaf
INDEKS BERITA LAINNYA :
|