Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Polisi Lepas Empat Orang yang Diduga Teroris
Selasa, 09 November 2004 | 21:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Polisi melepaskan empat orang yang diduga teroris yang ditangkap Tim Antiteror Bom di Bogor dan Sukabumi (5/11). “Empat orang ini statusnya bebas,” kata Juru Bicara Mabes Polri Irjen Pol Paiman kepada wartawan usai buka puasa bersama (9/11). Dua orang dilepaskan Senin malam (8/11) dan sisanya hari ini, Selasa (9/11).

Paiman mengatakan, ke empat orang ini tidak terbukti ikut aksi terorisme di sejumlah tempat di Indonesia. “Mereka dipulangkan karena tidak cukup bukti dalam perencanaan dan membantu peledakan di depan Kedutaan Besar Australia, serta tidak membantu pelarian Rois (tersangka teroris--RED),” papar Paiman.

Empat orang ini menurut Paiman, pernah mengikuti pelatihan di Gunung Peti, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat yang dilatih Rois. Pelatih langsungnya berinisial J alias U. Tapi menurut Paiman, “mereka hanya dilatih semi militer, seperti latihan baris berbaris.” Ke empat orang ini ditangkap berdasarkan pengembangan keterangan dari penangkapan tersangka di Bandung, Jawa Barat.

Dua orang tersangka yang ditangkap pada Jumat malam (5/11) lalu di Bogor, Jawa Barat. berinisial W (44 tahun) dan Uy (35 tahun). Dua lainnya yang ditangkap di kawasan Pelabuhan Ratu berinisial N alias I (28 tahun) dan AJ alias AF (27 tahun). Keterangan ii sedikit berbeda dengan keterangan Sumber TEMPO di kepolisian yang menyebut ada tiga warga Kampung Leuwiliang Kaum RT 02 RW 03, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor yang ditangkap Tim Antiteror Detasemen 88 Mabes Polri. Dua ditangkap jam setengah tujuh malam dan satu lagi jam sembilan malam.

Paiman melanjutkan bahwa keempatnya pernah mengikuti pelatihan pada periode Mei sampai Juni 2004. Menurut Paiman, para peserta latihan ini mengaku kepada penduduk sekitar bahwa pelatihan itu dilakukan untuk mengusir 'jawara-jawara' setempat yang sering menganggu warga dan meminta paksa ke para penambang emas di Gunung Peti. “Namun sebenarnya, materi pelatihan adalah mempersiapkan kemahiran menggunakan senjata api dan membaca peta,” kata Paiman, “Mereka juga dilatih memperdalam agama Islam, terutama tentang Jihad.”

Martha Warta Silaban

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mabes Polri Persiapkan Dua Berkas Tersangka Terorisme
Almarhumah Mutia Dimakamkan
Korban Tewas Bom Kuningan Bertambah Satu
Azahari Kemungkinan Masih di Jawa Barat
Polisi Salah Tangkap Pelaku Peledakan Bom
Mensos Berikan Bantuan kepada Korban Bom Kuningan
Polisi Kejar Pelaku Bom Kuningan Keluar Jawa
Australia Tanggung Biaya Pendidikan Korban Bom Kuningan
Keluarga Heri Golun Belum Dapat Keterangan Resmi dari Mabes Polri
Si Kecil Manny Mulai Tersenyum
> selengkapnya...


Referensi

Jenderal Laskar Istimata
Doktor Elmaut dari Johor
Yayasan Pulih yang Pulihkan Trauma
> selengkapnya...

Website

Badan Intelijen Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data