Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

PAS Malaysia Siap Bantu Kasus Herlina
Selasa, 09 November 2004 | 18:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Koordinator Migrant Care Malaysia Alex Ong mengatakan hakim tidak berlaku adil di dalam proses peradilan Herlina, Tenaga Kerja Indonesia berusia 22 tahun, yang divonis hukuman mati pengadilan tinggi Malaysia karena terbukti membunuh majikannya. Fakta-fakta yang bisa meringankan Herlina juga tidak digunakan di dalam persidangan.

"Mengapa Herlina sampai melakukan pembunuhan, dan laporan para ahli tidak menjadi pertimbangan," ujarnya ketika dihubungi Tempo seusai konferensi pers bersama antara Migrant Care Malaysia, anggota parlemen Malaysia dan Tenaganita --LSM buruh di Malaysia--, Selasa (9/11).

Alex mengungkapkan dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Haraka Office, Kuala Lumpur, Malaysia, anggota parlemen Malaysia Salahudin Ayub yang hadir menyampaikan bahwa proses penyidikan tidaklah mengikuti peraturan, dan seharusnya bahan-bahan bukti diteliti kembali karena Herlina juga menderita luka-luka.

Salahudin juga menegaskan, kata Alex, insiden itu terjadi bukan suatu pembunuhan yang direncanakan, melainkan mempertahankan diri. "Spontanitas saja, diluar kontrol," kata Alex menirukan Salahudin.

Menurut Alex, Salahudin yang juga Sekjen Asia Moslem Youth Secretariat, menyatakan dari proses hukum harus dihormati tapi prosedurnya juga harus dipatuhi. Salahudin juga meminta Migrant Care harus terus membela dan mempedulikan nasib para TKI.

Sementara itu, Budi Wibawa anggota Migrant Care Indonesia yang berada di Malaysia dalam konferensi pers menyampaikan hukuman mati tidak akan menyelesaikan masalah apapun mengenai kasus yang menimpa TKI. Hal ini, kata dia, sebagai respon dari yang apa yang dikatakan ketua Asosiasi Agensi Datuk Baharom Abdul Gani di Malaysia yang mengatakan hukuman mati ini akan menjadi pelajaran bagi para TKI. "Pernyataan yang disampaikannya sangat sadis," ujar Budi.

Ia mengatakan, anggota parlemen Malaysia Salahudin Ayub juga berjanji kasus Herlina dan kasus-kasus TKI lainnya ini akan menjadikan agenda politik Partai Islam Se-Malaysia (PAS). "Beliau akan menyampaikan kepada Perdana Menteri maupun kabinet yang terkait," kata Budi.

Budi juga mengungkapkan Salahudin meyakinkan, sikap politik PAS ini serta opini publik dapat mempengaruhi keputusan sidang Herlina berikutnya. "Ada peluang kasus ini diringankan baik dari sisi politik ataupun fakta hukum," tandasnya.

Sampai saat ini, Budi belum berhasil menemui Herlina yang ditahan di penjara wanita Kajang (sekitar satu jam dari Kuala Lumpur). Tapi menurut pengaraca Herlina yang bernama T Vijay, menurut Budi, Herlina dalam keadaan baik.

Poernomo G. Ridho - Tempo



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menjelang Lebaran, Transfer Uang Buruh Migran Naik 550 Persen
LSM: Penangkapan 71 TKI, Kontradiktif
Pengusaha Travel TKI Keluhkan Maraknya Jemputan Liar
Pengacara Herlina : KBRI Tidak Care
Pemerintah Berusaha Hadirkan Orang Tua Herlina ke Selangor
Aktivis Buruh Migran Demo di Depan Kedubes Malaysia
TNI AL Siapkan Lima Kapal Untuk Mengangkut TKI
14 Ribu TKI Sudah Tiba Di Tanah Air
Lima Kapal Perang TNI AL Buat Angkut TKI Malaysia
Menaker Berusaha Minta Keringanan untuk Herlina
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat
Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data