|
Nasional
LSM: Penangkapan 71 TKI, Kontradiktif
Selasa, 09 November 2004 | 17:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Koordinator Migrant Care Wahyu Susilo menilai tindakan polisi Diraja Malaysia yang menangkap 71 orang Tenaga Kerja Indonesia karena diduga terlibat pembakaran kantor perkebunan kelapa sawit di Malaysia Timur, sangat kontradiktif dengan kebijakan amnesti yang dikeluarkan pemerintah Malaysia. "Harusnya ada moratorium atas penggunaan kekerasan seperti itu," katanya ketika dihubungi Tempo, Selasa (9/11).
Menurut Wahyu, tindakan pemerintah Malaysia ini adalah jelas sebuah bentuk pelanggaran terhadap kebijakannya sendiri. "Karena pemerintah Malaysia telah berjanji sampai dengan 14 November tidak akan menggunakan kekerasan terhadap para TKI, tapi yang terjadi ada penangkapan," katanya. Ia menambahkan amnesti yang dimaksud adalah TKI boleh pulang ke Indonesia tanpa takut dirazia.
Wahyu juga menyesalkan sikap pemerintah Indonesia yang tidak pernah kritis ataupun protes kepada apa yang dilakukan oleh aparat Malaysia. "Slow-slow saja, kami kecewa," ujarnya. Menurut dia, langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia selama ini hanya retorika dan basa-basi yang tidak ada dampaknya secara politis.
Poernomo G. Ridho - Tempo)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|