Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Menteri Widodo: Operasi Keamanan Belum Selesaikan Separatisme Aceh
Selasa, 09 November 2004 | 16:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Widodo AS mengatakan operasi pemulihan keamanan belum sepenuhnya menyelesaikan separatisme di Aceh. Pernyataan ini disampaikannya seusai menghadiri seminar Komisi Pengawasan Kejaksaan, Selasa (9/11) di Jakarta.

Menurutnya, masih ada kekuatan separatisme Gerakan Aceh Merdeka yakni, sekitar 2.400 anggota GAM dengan kekuatan senjata lebih dari 800 pucuk. ?Ini satu fenomena yang harus dilihat bahwa operasi pemulihan keamanan belum sepenuhnya menyelesaikan masalah ini (konflik di Aceh),? ujarnya.

Darurat sipil akan berakhir pada 18 November mendatang setelah diberlakukan sejak Juni lalu. Widodo menjelaskan, menjelang berakhirnya darurat sipil, pihaknya sudah mengevaluasi dan dalam minggu ini akan melaporkan hasilnya ke presiden. Dari evaluasi tersebut, Menko Polhukam sudah membuat beberapa rekomendasi dan rumusan untuk penyelesaian di Aceh. Diantaranya, pemperpanjang darurat sipil, memperpanjang tetapi di daerah-daerah tertentu dan pencabutan darurat sipil menjadi tertib sipil, tetapi tetap pada tataran operasi pemulihan keamanan.

"Masalahnya kita harus melihat realitas di lapangan,? ungkap Widodo sambil menegaskan keputusan tetap ditangan presiden. Selama pelaksanaan operasi terpadu lima bulan terakhir di Aceh, secara umum memberikan hasil yang positif. Widodo mengungkapkan, untuk mencabut darurat sipil atau memperpanjang di wilayah-wilayah tertentu harus mengacu pada tiga ukuran, yakni para pemimpin gerakan sepatisme harus menyerahkan diri, para pengikut kelompok separatisme harus kembali ke pangkuan ibu pertiwi dan semua senjata harus diserahkan.

Namun, Widodo tidak mengomentari kemungkinan adanya dialog antara pemerintah RI dengan GAM. ?Saya kira lima operasi terpadu merupakan konsep penanganan masalah yang sekarang kita lakukan,? katanya. Dia menambahkan, pemerintah konsisten dengan lima konsep terpadu

Sunariah-Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Belum Putuskan Status Aceh
LSM Usulkan Tiga Poin untuk Darurat Sipil di Aceh
Aceh Working Group Evaluasi Darurat Sipil di Aceh
Sejumlah Menteri Cari Masukan Soal Status Aceh
Komite Sentral Aceh Tolak Perpanjangan Daruat Sipil
Jajaran Menteri Rapat Memutuskan Darurat Sipil di Aceh
Pemerintah Diminta Terapkan UU Pertahanan Gantikan Darurat Sipil
Hari Meminta Widodo Perhatikan Penegakan Hukum
Status Darurat Sipil Aceh Akan Dievaluasi
Widodo A.S Tidak Bersedia Menerima Wartawan
> selengkapnya...


Referensi

Kepres RI No. 71 Thn.2003 Tentang Penghapusan Keadaan Darurat Sipil Di Provinsi Maluku

Website

Departemen Pertahanan
Kementerian Politik dan Keamanan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data