Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kontras Minta Pemerintah Evaluasi Pengamanan di Poso
Selasa, 09 November 2004 | 16:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak pemerintah mengevaluasi efektivitas pasukan keamanan di Poso, Sulawesi Tengah. Mereka juga mendesak DPR segera mengambil langkah-langkah mengakhiri teror dan penembakan yang terjadi di wilayah itu.

Kontras melihat, selama ini pasukan yang ditempatkan di Poso baik itu polisi, TNI maupun Satgas tidak bisa memberi rasa aman pada masyarakat. ?Apakah efektif pengerahan pasukan-pasukan untuk menangani masalah ini,? kata Usman Hamid, Koordinator Kontras, Selasa (9/11).

Menjelang Lebaran, situasi Poso kembali memanas. Tanggal 4 November, Kepala Desa Pinedapa ditemukan tewas dalam keadaan yang mengenaskan. Hal ini memicu ketegangan dan sweping kendaraan bermotor. Empat hari kemudian terjadi penembakan yang menewaskan satu orang warga Poso.

Kekerasan yang selalu terjadi di Poso, menurut Kontras, karena tidak tegasnya aparat dalam menjalankan tugas pengamanannya. ?Padahal jika dilihat dari besarnya pasukan semestinya mereka mampu menangani keamanan di Poso,? ujar Usman.

Kontras mencatat saat ini di Poso terdapat 3.900 aparat keamanan yang terdiri dari TNI dan Polri. ?Perlu rotasi untuk penyegaran, termasuk unsur pimpinannya sehingga ada kemajuan dalam menangani keamanan di Poso,? katanya.

Menurut Usman, dari data kasus Poso tahun 2003, kepolisian hanya melakukan tindakan yang bersifat simbolis. Dari 92 kasus kriminal di Poso, hanya tujuh kasus yang ditingkatkan proses hukumnya ke kejaksaan dan pengadilan. Kontras khawatir kekerasan yang terjadi di Poso akan menjadi konflik horizontal. ?Intimidasi dan teror yang dialami masyarakat dapat menghilangkan rasa solidaitas yang selama ini terbangun,? katanya. Apalagi dalam waktu dekat Kabupaten Poso akan melakukan pemilihan kepala daerah. Hal ini semakin memperbesar kemungkinan renggangnya solidaritas antar warga.

Sutarto-Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pendeta Damanik Bebas
Penembak Misterius Kembali Beraksi di Poso
Polisi Razia Setiap Kendaraan di Poso
KONTRAS Minta Deplu Proaktif Sikapi Pelanggaran HAM di Thailand
Kontras Surati Menlu Soal Tragedi Thailand
Seorang Kepala Desa di Poso Dipenggal
Kepala Penjara Tangerang Sudah Tegur Anak Buahnya
LBH Laporkan Petugas Penjara yang Todongkan Senjata
LBH Jakarta Minta Petugas LP Tangerang yang Lakukan Penodongan, Diberhentikan
LBH Jakarta Tindaklanjuti Penodongan Aktivis HAM
> selengkapnya...


Referensi

Poso, Enam Tahun Dirundung Duka
Empat Tahap Resolusi Konflik
Komisi Kebenaran $ Rekonsiliasi
PP RI No.3 Thn 2002 Tentang Kompensasi ,Restitusi, Dan Rehabilitasi Terhadap Korban Pelanggaran HAM yang Berat
PP RI No.2 Thn 2002 Tentang Tata Cara Perlindungan Terhadap Korban Dan Saksi Dalam Pelanggaran HAM yang Berat
Keppres Pengadilan HAM Ad Hoc
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

DPRD Siantar BerhentikanWali Kota dan Wakilnya
Taksi Terbakar di Jalan MT Haryono
Presiden Diminta Beri Sanksi Heru Lelono
Selasar Sunaryo Gelar 'A Decade Of Dedication'
Penyidikan Korupsi PT Telkom Senilai Rp 110 Miliar Terancam Macet

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data