|
Abilio : Tidak Ada Pelanggaran HAM Berat di Timtim
Selasa, 09 November 2004 | 07:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Gubernur Timor Timur, Abilio Jose Osorio Soares, menyatakan pelanggaran hak asasi manusia di Timor Timur sebagaimana dituduhkan selama ini sebenarnya tidak ada. “Yang ada hanyalah konflik horizontal antarrakyat Timtim,” kata Abilio dalam kunjungannya ke Departemen Dalam Negeri, Senin (8/11).
Menurut Abilio, konflik terjadi karena pemerintah Indonesia di bawah presiden B.J. Habibie, terlalu cepat menanggapi rancangan dunia luar yang akan menghancurkan Indonesia. "Pemerintah ingin dianggap jago, memperhatikan HAM, padahal itu tidak perlu,"ujar Abilio.
Peristiwa tersebut merupakan konflik horizontal antara kelompok masyarakat yang pro dan kontra integrasi. Dan ini terjadi bukan setelah TNI masuk. "Ini terjadi sejak 1974, setelah kita (Timtim) ditinggal Portugis”. Menurut Abilio, masuknya Indonesia ke Timtim justru atas dorongan Amerika Serikat yang dituangkan dalam Laporan PBB. "Indonesia dipaksa masuk Timtim oleh AS karena ada pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Fretelin yang komunis," kata Abilio.
Masuknya Indonesia dimaksudkan untuk mencegah meluasnya konflik ke Asia Tenggara. Ia merasa heran bila sekarang justru Indonesia yang disalahkan atas terjadinya pelanggaran HAM di Timtim. "Memangnya orang AS itu tahu siapa yang berbuat,"ujar Abilio dengan muka masam.
Abilio meminta agar pemerintah Indonesia berani mengambil sikap tegas terhadap intervensi pihak luar. "Indonesia harus berani menutup kasus ini. Kalau toh ada pelanggaran HAM lain, mari kita cari jalan keluar, tidak perlu seperti sekarang," kata Abilio.
Eko Arie Wibowo—Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|