Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Walhi Sambut Baik Penjelasan Menteri Soal Buyat
Senin, 08 November 2004 | 23:57 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Raja Siregar menyambut baik pernyatan Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar soal pencemaran di Teluk Buyat. Menurutnya, dari hasil penelitian tim teknis didapat data bahwa di empat sumur bor di Dusun Buyat Pante memiliki kadar arsen yang melebihi batas baku mutu yang disyaratkan. ?Dan air minum yang dikonsumsi masyarakat Buyat Pante itulah yang disuplai oleh Newmont melalui sumur bor,? kata Raja kepada Tempo, Senin (8/11).

Pernyataan Raja itu mengomentari penjelasan Rachmat Witoelar bahwa ada pencemaran di Buyat. Hal itu, kata Rachmat dapat dilihat dari dua hal, pertama tentang kondisi air minum di kawasan Teluk Buyat yang telah tercemar. Kedua, kondisi sedimen yang tercemar. Dari kesimpulan tim teknis, kata Rachmat, ada ketentuan dari analisa mengenai dampak lingkungan yang tidak dipenuhi..

Raja yang menjadi peneliti Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) termasuk anggota tim teknis penanganan kasus Buyat. Menurutnya, pencemaran di sedimen dinilai terkait erat dengan jumlah ikan yang dikonsumsi masyarakat Buyat. ?Dari data ditemukan bahwa acceptable daily intake di tahun kelima sudah melebihi ambang batas, dan tercemar berat," ucapnya.

Ia menjelaskan dengan rusaknya sedimen mengurangi populasi bentos plankton di perairan Teluk Buyat. ?Ada keterkaitan antara kondisi sedimen dengan biologi. Ini terlihat di zona fotik, yaitu masih terdapatnya daur rantai makanan,? tuturnya. Raja menyatakan dari index bentos terlihat hubungan yang signifikan dari sedimen yang mengandung arsen tinggi mengakibatkan rendahnya indeks diversitas (keragaman bentos). ?Sehingga masuk kategori tercemar berat,? tegasnya. Sementara di Teluk Totok, kata dia, kadar arsen terlihat sedikit di sedimen.

Rr. Ariyani ? Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menteri Lingkungan: Teluk Buyat Tercemar
Rapat Akhir Bahas Kasus Buyat Berlangsung Tertutup
Menebak Ujung Kasus Buyat
Newmont Bantah Pengaruhi Tim Teknis
KLH Diminta Tak Hanya Fokus Pada Kasus Perdata Lingkungan
Tim Teknis Kasus Buyat Masih Solid
Terkait Buyat, Polri Akan Uji Sampel Biota Laut di Serang
Polisi: Nabiel Belum Jadi Tersangka
Tim Kasus Buyat Targetkan Selesai Pekan Depan
Menteri LH: Labelisasi Produk Harus Berbobot
> selengkapnya...


Referensi

Laporan Tim Peer Review Soal Kasus Teluk Buyat
Laporan Hasil Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik Teluk Buyat
PP RI No.30 Thn.2003 Tentang Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani)
UU RI No.27 Thn.2003 Tentang Panas Bumi
Keppres RI No. 114 Tahun 1999 Tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data