|
Nasional
Menakar Program 100 Hari Pemerintahan Indonesia Bersatu
Senin, 08 November 2004 | 22:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Disela-sela deklarasi pendirian Lembaga Pemberdayaan Pemuda 9, di Jakarta, Senin (8/11), Mochtar Pabottingi menyebut dirinya tidak terlalu khawatir dengan kegagalan SBY-JK di 100 hari pertama. Menurut Mochtar, biarpun berasal dari partai minoritas, Yudhoyono memiliki banyak faktor yang bisa mendukung kepemimpinannya. Salah satunya karena "Masuknya orang-orang yang punya integritas dan kompetensi,"ujar Mochtar.
Tampilnya Hidayat Nur Wahid sebagai Ketua MPR, menurut Mochtar turut membawa angin segar bagi perubahan bangsa. "Beliau adalah kaum reformis, meski partainya hanya memperoleh sedikit suara, yang penting punya hati nurani," lanjut Mochtar. Biarpun tidak khawatir, toh Mochtar mewanti-wanti beberapa titik krusial untuk menjaga keberhasilan pemerintahan Indonesia Bersatu.
Yang pertama, menurut Mochtar, presiden dan wakil presiden harus tetap menjaga kesantunan, tanggap dan proaktif terhadap masalah-masalah rakyat. Yang kedua, perlu pembenahan di lembaga-lembaga eksekutif, dimana personil yang duduk di dalamnya hendaklah yang memiliki integritas dan kompetensi. Selanjutnya Mochtar meminta agar pemerintahan SBY-JK, tidak terlalu banyak melakukan shock therapy. Soalnya, menurut Mochtar, sekali saja terpeleset dalam terapi jenis ini, bisa menimbulkan sifat diskriminatif dan kontradiktif yang dapat menjungkalkan SBY-JK sendiri. Kalaupun mau melakukan shock therapy, menurut Mochtar, bias memilih kasus-kasus yang kakap dan mutakhir.
Eko Arie Wibowo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|