|
Nasional
Pemerintah Jamin Pasokan Bahan Pokok dan BBM
Senin, 08 November 2004 | 21:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Koordinator bidang Perekonomian Aburizal Bakrie mengatakan pasokan
tepung terigu, bawang merah, cabai, daging sapi, telur ayam berada pada posisi aman. "Karena kebutuhan meningkat, harga akan naik sedikit, tapi masih dalam batas wajar yaitu 5-10 persen,” kata Aburizal menjelaskan hasil rapat kabinet di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/11).
Aburizal menambahkan, untuk beras justru mengalami surplus hingga 2,64 juta ton. Begitu pula dengan gula pasir yang mengalami surplus sebanyak 470 ribu ton, pun minyak goreng yang kelebihan 700 ribu ton. Selain itu, pasokan bahan bakar menurut Aburizal dalam posisi aman. Yakni mampu mencukupi konsumsi selama 19,1 hari. Pertamina bahkan berniat menambah cadangan bahan bakar minyaknya menjadi 22 hari pada akhir November ini.
Terkait dengan kesiapan menyongsong lebaran, di tempat yang sama, Kepala Polri Jenderal Da'i Bachtiar mengatakan polisi akan menggelar Operasi Ketupat untuk pengamanan. Tidak hanya pada waktu perjalanan mudik dan balik, polisi juga meningkatkan pengamanan di pusat-pusat perbelanjaan dan ibadah serta fasilitas-fasilitas umum, terutama terminal, pelabuhan penyeberangan, dan perumahan.
Selama tujuh hari sebelum dan sesudah lebaran, polisi akan memfokuskan pengamanan pada jalur utama mudik sepanjang Sumatera, Jawa hingga Bali. Untuk pengamanan di jalur utama mudik ini polisi akan menerjunkan sekitar 70 ribu personel dari 11 kepolisian daerah.
Beberapa daerah rawan macet dan longsor juga telah diinventarisir dan diantisipasi. Menteri Perhubungan Hatta Radjasa menyebutkan beberapa titik macet dan longsor, misalnya daerah rawan macet kawasan penyeberangan Merak-Bakauheni. Kemudian daerah rawan longsor Nagrek-Malangbong, Jawa Barat. "Presiden telah minta Menteri Perhubungan dan Menteri Negara BUMN agar
memantau harga tiket dan mengupayakan zero accident," kata Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi menambahkan.
Sapto Pradityo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|