Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Indonesia – Singapura Bicarakan Ekstradisi
Senin, 08 November 2004 | 21:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Jika kesepakatan ini diteken, boleh jadi Singapura tidak lagi jadi tempat nyaman buat para pelarian. Tangan-tangan hukum Indonesia, amat mungkin menjawilnya. Inilah hasil pembicaraan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Perdan aMenteri Singapura Lee Hsien Loong di Kantor Kepresidenan, Jakarta Senin sore (8/11).

"Kami berdua sepakat untuk aktif mencari solusi yang adil dan tepat atas
isu-isu penting ini," kata Presiden Yudhoyono dalam pernyataan bersama
Perdana Menteri Lee seusai pertemuan. Presiden Yudhoyono menilai isu-isu ekstradisi
merupakan persoalan penting yang harus dipecahkan dengan hati-hati.

Menurut Presiden Yudhoyono, pertemuan juga menyepakati komitmen untuk memperkuat konsultasi dan kerjasama dalam lingkup ASEAN, termasuk kerjasama
dibidang keamanan, ekonomi dan sosial budaya. Presiden Yudhoyono berharap agar
pembentukan Joint Cooperation Council (JCC) dapat segera diwujudkan. “Melalui lembaga ini, masalah-masalah bilateral kedua negara akan dibicarakan dan
dicari penyelesaiannya,” kata Yudhoyono.

Beberapa kemungkinan kerjasama lainnya, menurut Yudhoyono, juga didiskusikan. Misalnya potensi kerjasama perdagangan dan investasi, pengembangan tekhnologi,
pariwisata, kejahatan transnasional, pemberantasan terorisme dan pengembangan
kawasan Selat Malaka. "Kami juga sangat tertarik mengembangkan kerjasama
antar usaha kecil menengah diantara kedua negara, terutama dalam berbagi informasi
dan pelatihan," ujar Yudhoyono.

Sementara itu, Perdana Menteri Lee menekankan posisi Indonesia sebagai negara
tetangga terbesar, terdekat dan paling penting bagi Singapura. Lee juga menjelaskan beberapa kerjasama yang telah disepakati dengan Presiden Yudhoyono, terutama dalam pengembangan pariwisata. Ini terkait dengan makin tingginya lalu lintas wisatawan antar negara ASEAN. "Promosi pariwisata bersama kedua negara saya pikir adalah win-win solution" katanya.

Lee juga menekankan perlunya perjanjian jaminan investasi antara kedua
negara. Berdasarkan perjanjian ini, kata Lee, kedua negara wajib menjamin
dan melindungi investasi di kedua negara. "Singapura telah punya perjanjian seperti ini dengan negara lain, saya pikir Indonesia juga harus punya dengan negara lain," katanya.

Menurut Lee, seharusnya kedua negara selalu berusaha memecahkan masalah
bilateral dengan semangat saling menguntungkan melalui cara yang rasional, tanpa
perlu banyak publikasi. Lee beralasan, penyelesaian melalui cara diplomasi media
massa hanya akan membuat masalah semakin rumit dan menambah kebingungan para investor yang berniat menanamkan modalnya.

Sebagai kelanjutan dari pertemuan ini, telah disepakati pembicaraan di tingkat menteri terkait antara kedua negara. Selanjutnya, setiap tiga bulan sekali, hasilnya harus dilaporkan kepada pimpinan masing-masing, yaitu Perdana Menteri Lee dan Presiden Yudhoyono.

Sapto Pradityo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Akan Memberikan Pidato 1 Syawal 1425 H
Presiden akan Terima Perdana Menteri Singapura
Presiden Sampaikan Tiga Strategi Ekonomi
Presiden Sampaikan Tiga Strategi di Bidang Ekonomi
Presiden Sampaikan Strategi Ekonomi ke Perbankan Nasional
49 Anggota DPR Ajukan Interpelasi Kepada Presiden
Presiden SBY Akan Hadir di KTT Asean-Laos
Presiden Minta Operasi Militer di Papua Tak Korbankan Warga Sipil
Presiden SBY : Parsel Diberikan Dari Yang Mampu Kepada Yang Tidak Mampu
Isi Surat Presiden SBY kepada Ketua DPR
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data