|
Nasional
Kapolri Optimis Tangkap Azahari dan Noordin
Senin, 08 November 2004 | 18:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Polri Jenderal Da'i Bachtiar tetap optimis akan mampu membekuk dua orang yang diduga menjadi otak berbagai aksi terorisme di Indonesia, Dr. Azahari dan Noor Din Moh. Top. Namun dia berkelit saat ditanya apakah akan mampu menangkap mereka dalam waktu 100 hari pertama kerja pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Kalau soal waktu tidak bisa ditentukan," kata Da'i kepada wartawan usai rapat kabinet di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/11). Paling tidak,
lanjutnya, polisi sudah menemukan titik-titik yang mendekati posisi kedua buron tersebut.
Namun demi alasan pengejaran, dia menolak menyebutkan lebih detail dimana kemungkinan dua orang itu berada. Dia khawatir apabila polisi mengungkap petunjuk lokasinya, kedua orang ini akan kembali berpindah. "Dari informasi yang didapat, ada arah dalam pengejaran ini," katanya.
Dia menunjuk kejadian waktu polisi menemukan jejak Azahari dan Noordin di Cengkareng, Tangerang dan Sukoharjo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Waktu
itu, kata Da'i polisi sudah mengendus jejak kedua orang itu telah berpindah dari Surabaya menuju Jakarta. Saat itu rumah kontrakan di Cengkareng itu kosong. Namun setelah menunggu beberapa hari, Azahari yang telah mengetahui jejaknya ketahuan polisi, tidak kembali ke kontarakannya dan kembali kabur. Hal yang sama juga terjadi di Sukoharjo.
Guna mengejar kedua target utama ini, di samping Detasemen 88 Antiteror, polisi juga telah mengerahkan bantuan dari satuan kepolisian daerah. "Sementara ini, jumlah itu saya rasa sudah cukup," katanya.
Sapto P - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|