Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Panglima TNI: Penempatan TNI Dibawah Dephan Jangan Terburu-buru
Senin, 08 November 2004 | 17:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto berharap rencana penempatan TNI di bawah Departemen Pertahanan tidak dilakukan terburu-buru. Dia mengkhawatirkan apabila hal itu dilakukan sekarang akan membuka pintu politisasi terhadap TNI. Alasannya, dia melihat kehidupan politik Indonesia belum cukup matang dan dewasa.

Dia memberikan contoh apabila Menteri Pertahanan nantinya diisi orang-orang dari partai politik hal itu akan kembali menempatkan TNI sebagai kekuatan yang mendukung salah satu kekuatan politik tertentu. ?Jangan sampai proses demokrasi hancur hanya karena kita ingin melihat suatu tatanan ideal, padahal belum di backup kondisi yang ideal,? kata Sutarto seusai rapat kabinet di Kantor Kepresidenan, Senin (8/11).

Namun, apabila kondisi politik kita sudah mendukung, Sutarto mengaku sama sekali tidak keberatan dengan rencana penempatan TNI di bawah Departemen Pertahanan. Dijelaskan Sutarto, yang dikhawatirkan sekarang adalah apabila TNI kembali terjun dalam politik praktis. Hal itu menurutnya akan merusak semua proses yang selama ini telah berjalan untuk menarik keluar dari arena politik.

Pada kesempatan itu Sutarto menegaskan posisi TNI dan Departemen Pertahanan. Dia menilai selama ini Departemen Pertahanan dalam merusmuskan konsep pertahanannya hanya menyinggung posisi TNI. Padahal seharusnya konsep besar pertahanan negara tidak hanya melibatkan TNI tapi juga unsur-unsur lain.

?Selama ini Departemen Pertahanan seolah-olah merasa kalau berbicara masalah pertahanan itu masalah TNI. Seharusnya kalau Dephan memberikan pertanyaan itu bagaimana konsep besar pertahanan negara. Jangan ngomong tentang TNI, TNI kan sudah ada sendiri, sudah ada Panglima TNI sendiri,? katanya.

Soal rencana pembentukan kelompok kerja Dephan dan TNI untuk menata bisnis TNI, Sutarto mengaku sama sekali belum tahu hal itu. Ia juga berkelit saat dimintai tanggapannya atas usulan tersebut. ?Saya belum tahu, saya juga belum merasa perlu melakukan itu. Saya belum bisa menanggapi karena baru mendengarnya dari Anda,? katanya.

Sapto Pradityo?Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Wiranto Kunjungi Presiden Yudhoyono
49 Anggota DPR Ajukan Interpelasi Kepada Presiden
Presiden Minta Operasi Militer di Papua Tak Korbankan Warga Sipil
Isi Surat Presiden SBY kepada Ketua DPR
Yusril Ihza Bawa Surat Presiden ke DPR
Presiden Tak Izinkan Jenderal Ryamizard ke DPR
Ryamizard Dijadwalkan Datang ke Komisi I
Kristiadi Duga Ryamizard Tak Penuhi Undangan DPR
Panglima TNI Laporkan Kekayaannya
Operasi Militer Hambat Tim Independen
> selengkapnya...


Referensi

Jalan Panjang Pergantian Panglima TNI
Sejarah TNI AU
Spesifikasi F-16
Profil Endriartono Sutarto
Kepres RI No. 97 Thn.2003 Tentang Pernyataan Perpanjangan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Militer Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Kepres RI No. 71 Thn.2003 Tentang Penghapusan Keadaan Darurat Sipil Di Provinsi Maluku
Kepres RI No. 28 Thn.2003 Tentang Pernyataan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data