Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

500 Kios di Pasar La Elangi Musnah Terbakar
Senin, 08 November 2004 | 15:13 WIB

TEMPO Interaktif, Kendari:Sebanyak 500 kios di pasar sentral La Elangi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, musnah dilalap Si jago Merah. Peristiwa yang menghanguskan hampir seluruh kios yang ada di pasar tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 WITA, tadi malam (7/11).

Dari 500 kios yang musnah , 200 diantaranya merupakan kios darurat yang menjual Sembilan Kebutuhan Pokok (Sembako) dan pakaian jadi. Api melaju cepat, karena rata-rata kios yang ada di pasar itu berdinding papan kayu. Sekitar 300 kios lainnya berada di lantai dua. Kerugiaan diperkiarakan miliaran rupiah.

Informasi yang dihimpun Tempo menyebutkan, sumber api diduga berasal dari arus pendek di salah satu kios di pasar itu. Tentunya masih harus diselidik lebih jauh. Dan malam nahas itu meninggalkan perih. Pedagang menanggis meraung-meraung. Bagaimana tidak, selama ini dari pasar itu lah dapur mereka mengepul. Tapi ada juga nekat menerobos kobaran api guna menyelamatkan dagangannya. Warga Kota Baubau juga berduyun-duyun datang ke sana. Menolong.

Mereka bahu- membahu memadamkan api. Lima belas mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Baubau dan Pemerintah Kabupaten Buton, juga ikut beraksi. Mereka berjuang mati-matian agar si jago merah itu takluk. Sukses memang, walau harus jungkir balik selama sekitar lima jam. Api padam pukul 02.00 WITA, dini hari.

Wali Kota Baubau Drs. MZ Amirul Tamim, Msi, dan wakilnya Ibrahim Marsela bersama sejumlah pejabat pemerintahan lainnya juga nampak berada di sekitar lokasi kejadian. Dua petinggi daerah itu ke sumur, mengambil air memadamkan api.

Data yang diperoleh menyebutkan, kebakaran yang terjadi malam tadi itu merupakan peristiwa nahas yang ketiga kalinya menimpa pasar itu, setelah kekabarn pertama awal tahun 1990-an dan kedua tanggal 7 Juli 1997."Ini peristiwa kebakaran yang ketiga kalinya,” kataWali Kota Baubau Amirul Tamim kepada Tempo yangdikonfirmasi melalui telepon selularnya.

Menurut Wali Kota, pihaknya dalam waktu dekat segera menyalurkan bantuan kepada para pedagang yang terkena musibah.Meski demikian, Wali Kota juga berharap, para pedagang yang menjadi korban kebakaran itu sebelumnya telah mengasuransikan kiosnya
masing-masing.

"Saya sudah memerintahkan seluruh kepala dinas untuk memberikan bantuan semaksimal mungkin kepada para pedagang yang menjadi korban. Saya juga sudah memerintahkan Dinas Kimpraswil untuk membangun pasar darurat di sekitar lokasi kebakaran," kata Wali KotaAmirul.

Dedy Kurniawan ----Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data