Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintah Berusaha Hadirkan Orang Tua Herlina ke Selangor
Senin, 08 November 2004 | 13:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Juru Bicara Departemen Luar Negeri Marty Natalegawa ketika ditemui Tempo di kantornya, Senin siang (8/11) mengatakan, Indonesia berusaha dengan diplomasi politik terhadap pemerintah Malaysia untuk mencabut vonis hukuman gantung Herlina Trisnawati, TKI asal Jawa Timur yang bekerja di Malaysia. "Yang sedang terjadi di Malaysia sekarang ini adalah proses hukum, kita tidak bisa mencampuri proses hukum Malaysia bila tidak ingin dikatakan mengintervensi negara lain," ungkap Marty.

Lebih lanjut, Marty menegaskan, Indonesia harus mendudukan kasus Herlina pada posisinya. "Argumentasi Herlina bahwa pembunuhan tersebut dilakukan untuk membela diri karena sering diperlakukan buruk majikannya, sudah digunakan oleh deplu dan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk diplomasi poltik," jelas Marty.

Menurut Marty permasalahannya sudah jelas, yaitu Herlina melakukan pidana. Pemerintah Indonesia akan berusaha menggunakan upaya hukum dengan memberikan pengacara lokal, serta memperhatikan hak-haknya. Selain itu, pemerintah juga melakukan diplomasi politik yang sudah berlangsung sejak 22 Oktober 2001 melalui surat menteri koordinator pemberdayaan perempuan.

Pemerintah juga mengupayakan agar orangtua Herlina dapat datang ke Selangor Malaysia, sesuai dengan keinginan kedua belah pihak. "Tapi untuk yang satu ini kita masih mengusahakan dan tidak berani berjanji," ungkap Marty.

Evy Flamboyan - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Aktivis Buruh Migran Demo di Depan Kedubes Malaysia
TNI AL Siapkan Lima Kapal Untuk Mengangkut TKI
14 Ribu TKI Sudah Tiba Di Tanah Air
Menlu: Pembebasan Abilio Pengaruhi Opini Internasional
Pengamat: SBY Harus Lebih Tegas Kepada AS
Lima Kapal Perang TNI AL Buat Angkut TKI Malaysia
Menaker Berusaha Minta Keringanan untuk Herlina
Pemerintah Didesak Selamatkan Herlina Dari Tiang Gantungan
TKI Dari Malaysia Cuma Bawa Rp 100 ribu.
Hari ini, Fahmi Idris Bertemu Badawi Bahas TKI
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
UU RI No. 1 Tahun 2001 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara Pemerintah RI dan Pemerintah Hongkong Untuk Penyerahan Pelanggar Hukum Yang Melarikan Diri (Agreement Between The Government Of The Republic Of Indonesia and The Government Of Hongkong For The S
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Yenny Wahid Bantah Klaim Yusril Didukung Gus Dur
Olimpiade Paralimpik Dibuka dengan Meriah
Christopher Terhenti di Final AS Terbuka
Marcos Senna, Terbaik La Liga Musim 2007/08
Mencontreng atau Mencoblos Ditentukan September Ini

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data