Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Aktivis Buruh Migran Demo di Depan Kedubes Malaysia
Senin, 08 November 2004 | 12:14 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekitar 30 orang yang tergabung dalam Federasi Organisasi Buruh Migran Indonesia (FOBMI) berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Malaysia, Jalan Rasuna Said sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (8/11).

Ketua FOBMI Dina Nuriyati mengatakan, aksi ini bertujuan untuk meminta dicabutnya hukuman mati atas TKI yang bekerja di Malaysia Herlina Trisnawati.

"Terjadinya tragedi ini sebenarnya bukan karena tidak adanya sebab. Herlina membunuh karena dalam kondisi terpaksa, sebelumnya pernah mendapatkan perlakuan buruk. Artinya, kasus pembunuhan yang didakwakan itu tidak bisa dilihat semata-mata sebagai kasus tindak kriminal, tetapi harus dilihat dalam kerangka humanis yang utuh," kata Dina.

Selain itu, demonstran juga meminta pemerintah Malaysia merevisi Memorandum of Understanding (MoU) mengenai perjanjian TKI yang bekerja di Malaysia. "Yang ada dalam MoU sekarang ini hanya peraturan mengenai TKI yang bekerja di sektor formal. Sedangkan, untuk TKI yang bekerja di sektor informal yang banyak mempekerjaan TKI asal Indonesia tidak diatur dalam MoU tersebut," tambah Dina.

Dalam pernyataan sikapnya, FOBMI meminta lima hal. Pertama, menyesalkan pemerintah Indonesia dan Malaysia yang tidak transparan dengan kasus-kasus hukuman mati buruh migran Indonesia. Kedua, mendesak pemerintah Malaysia mencabut vonis hukuman mati terhadap Herlina Trisnawati. Ketiga, mendesak pemerintah Indonesia dan Malaysia untuk lebih melakukan investigasi yang menyeluruh terhadap setiap kasus-kasus buruh migran dengan mempertimbangkan segi kerentanan buruh migran dalam bekerja. Keempat, mendesak pemerintah Malaysia menghapus vonis hukuman mati atas dasar penghargaan terhadap HAM. Kelima, menyerukan kepada segenap rakyat Indonesia menggalang solidaritas bagi upaya pembelaan buruh migran Indonesia di Malaysia.

Evy Flamboyan - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

TNI AL Siapkan Lima Kapal Untuk Mengangkut TKI
14 Ribu TKI Sudah Tiba Di Tanah Air
Lima Kapal Perang TNI AL Buat Angkut TKI Malaysia
Menaker Berusaha Minta Keringanan untuk Herlina
Pemerintah Didesak Selamatkan Herlina Dari Tiang Gantungan
TKI Dari Malaysia Cuma Bawa Rp 100 ribu.
Hari ini, Fahmi Idris Bertemu Badawi Bahas TKI
Pemerintah Antisipasi Kedatangan TKI Pasca Amnesti
Menakertrans Kunjungi TKI di Malaka
Pemerintah Akan Buka Pos Pengaduan TKI
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Minyak Dunia dan Listrik Pengaruhi Sumatera Barat
Warga Sayangkan Debat Pilgub Sum-Sel Tidak Lengkap
Mobile China Selangkah Lagi Gandeng iPhone
Bursa Amerika Anjlok
Sumatera Barat Dapat Penawaran Perdagangan Karbon

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data