|
Nasional
Menhub Jamin Angkutan Lebaran Mencukupi
Minggu, 07 November 2004 | 18:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Jakarta----Menteri Perhubungan Hatta Radjasa menjamin jumlah angkutan lebaran tahun ini sudah cukup untuk mengangkut penumpang yang ingin pulang kampung. “Saya melihat moda transportasi kita sudah cukup dan beberapa kendala sudah bisa kita atasi,” katanya ketika menunggu kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Minggu (7/11).
Tahun ini, menurut Hatta, pemerintah telah menyiapkan 30 ribu angkutan transportasi dan 3.000 kendaraan sebagai cadangan. Dengan prediksi jumlah kenaikan penumpang arus mudik sebanyak 8 persen, kata dia, tidak ada lagi masalah yang bisa dikhawatirkan kecuali kondisi cuaca seperti hujan.
Hatta berpendapat hujan bisa menjadi kendala utama bagi pengangkutan karena bisa menyebabkan tanah longsor dan banjir. Karena itu, ia meminta Badan Meteorologi dan Geofisika untuk menyiarkan ramalan cuaca setiap enam jam sekali melalui radio, televisi atau media lainnya. “Sehingga petugas dilapangan bisa mengantisipasi atau menghindarkan kemungkinan terjadinya tanah longor dan banjir,” ujarnya.
Pihaknya juga telah meminta Departemen Pekerjaan Umum untuk menyiapkan alat-alat berat di daerah rawan musibah itu . Setidaknya terdapat 14 titik rawan terjadinya tanah longsor yang tersebar berbagai daerah seperti di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Hatta memprediksi akan terjadinya penumpukan penumpang menjelang hari H, hari raya Idul Fitri. Ia juga melihat adanya kendala arus lalu lintas seperti pasar tumpah yang dapat menimbulkan kemacetan. Oleh karena itu ia meminta kepolisian untuk menertibkan ganguan arus lalu lintas tersebut.
Mengenai adanya praktek percaloan tiket, Hatta menilainya sebagai penyakit sosial yang harus ditangani secara menyeluruh. “Saya tidak mungkin vini vidi vici. Itu omong kosong dan tidak mungkin,” katanya.
Sebelumnya, pada pagi hari, Hatta secara resmi membuka posko mudik lebaran di departemennya. Posko ini dibuat guna untuk memantau dan melancarkan arus mudik dan dapat juga untuk mengantisipasi hambatan pada daerah-daerah titik rawan macet.
Untuk mengamati daerah-daerah yang dilalui arus mudik, selain ada posko-posko, juga dipasang kamera pemantau, cctv. Semua orang dapat melihat bagaimana arus jalan seperti Palimanan, Padalarang dan daerah lainnya melalui situs Direktorat Jendral Perhubugan Darat www.hubdat.go.id.
Sementara itu, posko Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) di Terminal Kampung Rambutan mencatat masih terjadi manipulasi harga tiket dan pengangkutan penumpang yang melebihi kapasitas bus. “Mereka diminta membayar harga tiket dengan tujuan terjauh,” kata Karunia Asih, petugas posko YLKI. “Padahal penumpangnya turun dikota yang dilewati rute bus tersebut,” ujarnya menambahkan.
Pantauan Tempo di Terminal Bus Kampung Rambutan pada H-7, jumlah penumpang masih belum mengalami lonjakan. Dari pukul 08.00 hingga pukul 14.00 WIB, jumlah bus yang berangkat sebanyak 261 buah sedangkan kemarin jumlahnya sebanyak 214 buah. Jumlah penumpang yang berangkat sejak tadi pagi hingga pukul 14.00 sebanyak 5.760 orang sedangkan kemarin sebanyak 5.905 orang.
Edy Can/Nofi Triana Firman - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|