|
Nasional
Enam Koruptor Telah Huni Sel Di Nusakambangan
Minggu, 07 November 2004 | 02:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Enam narapidana (napi) korupsi masing-masing Pande Lubis, Lintong Siringoringo, Dedi Abdul Kadir, Pratomo, Duriani dan Syaiful Bahri Ismail, telah dimasukkan ke tiga LP di wilayah Nusakambangan yakni LP Kembang Kuning dan Permisan, Kamis pekan lalu
Kepala Seksi Pembinaan LP Batu Indarto menyatakan, kondisi para napi terlihat segar pada Jumat pagi. "Hanya saja mereka kelelahan karena perjalanan jauh dari Cipinang ke Nusakambangan, Cilacap," katanya.
Dia menyatakan hasil pemeriksaan kesehatan, kondisi kesehatan enam napi itu tidak kurang suatu apa. "Saya sudah ngobrol dengan mereka. Mereka sehat, tidak memiliki penyakit apapun," ujarnya.
Para napi korupsi juga mendapatkan jatah makan
seperti napi yang lain yakni tiga kali makan pada hari biasa. Selama Ramadan, mereka mendapat dua kali makan untuk sahur setiap buka puasa.
Pande Lubis yang tadinya bakal ditempatkan di LP Batu karena alasan sudah tua dan gangguan kesehatan akhirnya tetap ditempatkan di LP Permisan, sebagaimana rencana awal.
Pande Lubis yang mendapatkan vonis 4 tahun kini menghuni blok khusus di LP Permisan dengan Pratomo. Sedangkan di LP Batu dua koruptor masing-masing Dedi Abdul Kadir dan Duriani. Dua koruptor yang lain, Lintong Siringoringo dan Syaiful Bahri Ismail masuk LP Kembang Kuning.
Direktur Registrasi dan Statistik Direktorat Jenderal Permasyarakatan (Dirjen Pas) Paulus S, pemindahan para napi ke Nusakambangan dimaksudkan agar para koruptor merasakan bentuk kehidupan di balik jeruji besi.
"Biar mereka merasakan terasing, di tempat yang sulit dijangkau dan tahu rasanya hidup tanpa fasilitas yang selama ini mereka enyam," katanya.
Di dalam sel nanti, para koruptor hanya memiliki
fasilitas berupa dipan dari semen cor dengan
selembar kasur di atasnya. Fasilitas lain adalah WC
jongkok dengan bak air kecil di dekatnya. "Tidak
boleh ada barang elektronik seperti HP, radio,
televisi dan lainnya di dalam sel," ujar Indarto.
Terasing yang dimakud Paulus adalah karena secara
geografis, pulau Nusakambangan memang silit dicapai. Untuk memasuki pulau ini harus menyeberang melalui dermaga Wijayapura ke Dermaga Sodong dan mengantungi izin khusus.
Di pulau seluas 210 km2 atau 11.510,55 hektar
terdapat empat LP yang masih aktif digunakan yakni LP Batu, LP Besi, LP Kembang Kuning dan LP Permisan. (ari aji hs)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|