Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Pertamina Boleh Pinjam Bank untuk Tingkatkan Stok BBM
Sabtu, 06 November 2004 | 18:39 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan mengizinkan PT. Pertamina (Persero) meminjam pada bank untuk memenuhi stok bahan bakar minyak (BBM) nasional hingga Februari 2005.

“Saya kira akan kami izinkan, karena itu dana talangan, bukan pinjaman jangka panjang”, kata Menko Perekonomian, Aburizal Bakrie, usai rapat koordinasi bidang ekonomi di Departemen Keuangan, Jakarta, 6/11 petang.

Menurut Menko, pemerintah sudah mencairkan dana subsidi untuk pengadaan BBM kepada Pertamina sebesar Rp 3 triliun. Sementara itu dana yang dibutuhkan untuk pengadaan tersebut mencapai Rp 13 triliun.

Namun, dana sebesar itu tidak mampu disediakan oleh negara. “Karena itu, akan dicari pendanaan dari bank atau sumber-sumber lain”, kata Aburizal.

Di sisi lain pemerintah dan Pertamina memastikan stok BBM nasional hingga lebaran nanti berkisar 19,1 hari. “Jumlah ini aman”, kata Aburizal.

Wakil direktur utama Pertamina Mustiko Saleh, mengatakan kelangkaan yang terjadi di beberapa daerah lebih disebabkan oleh masalah transportasi. Salah satu penyebabnya adalah arah hembusan angin dan faktor cuaca. Untuk itu Pertamina menambah armada kapal pengangkut BBM.

“Kami sudah menambah sejumlah kapal kecil di antaranya yang berbobot mati 3.500 ton sebanyak 5 buah, dan 6.500 ton sebanyak 2 buah. Diharapkan pengadaan kapal ini bisa meningkatkan keamanan pasokan BBM”, tuturnya.

Diperkirakan posisi stok nasional pada akhir November akan mencapai 22 hari. Pemerintah juga membentuk satuan tugas yang memantau posisi stok BBM nasional dan distribusinya. Pemerintah juga menyiapkan program impor BBM maupun minyak mentah untuk menjamin ketersediaan stok.

Berdasarkan data keadaan stok BBM pada 29 Oktober yang lalu, posisi untuk beberapa jenis BBM adalah: premium sebanyak 17 hari, minyak tanah (26 hari), dan minyak solar (18,3). Berdasarkan keadaan itu diperkirakan pada akhir November stok masing-masing akan meningkat menjadi 17,6 hari untuk premium, 27,2 hari untuk minyak tanah, dan 22,2 hari untuk minyak solar. dara meutia u

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gapoksi VII Minta Pertamina Tindak Tegas Penyimpangan BBM
Kasus Karaha Bodas Dilaporkan Ke KPK
Pertamina Buat Perusahaan Distribusi Gas
Pertamina Akan Menaikkan Cadangan BBM
Karyawan Pelumas Cilacap, 'Kencing' Sembarangan Ditangkap
Harga Minyak Tanah Meroket di Lombok, Pertamina Gelar Operasi
Pasokan BBM dan Listrik Aman Hingga Akhir Tahun
Dirut Pertamina Mundur Jika Pemerintah Bayar KBC
Kasasi Pertamina di AS Ditolak
Nelayan Cilacap Dapat Ganti Rugi Rp 14 Miliar
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas

Website

PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Minyak Dunia dan Listrik Pengaruhi Sumatera Barat
Warga Sayangkan Debat Pilgub Sum-Sel Tidak Lengkap
Mobile China Selangkah Lagi Gandeng iPhone
Bursa Amerika Anjlok
Sumatera Barat Dapat Penawaran Perdagangan Karbon

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data