|
Jakarta
Menteri Pendidikan Nasional : UAN Akan Dihapus
Sabtu, 06 November 2004 | 07:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Gebrakan baru akan di mulai Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo. Departemen di bawah pimpinannya, sedang merancang untuk mengubah konsep, tidak lagi ada ujian akhir nasional (UAN) tapi ujian masuk nasional.
Nantinya, dalam konsep yang dirancang, tidak dipersoalkan kelulusan seseorang dari suatu lembaga, tapi lebih pada seseorang yang ingin masuk dalam lembaga yang kompetitif. Seperti murid yang ingin masuk ke perguruan tinggi. "Untuk lembaga yang diperebutkan banyak orang memang diperlukan seleksi untuk membuktikan siapa yang paling berhak. Itu yang relevan,\" tegasnya.
Begitu juga di level favorit, menurut Menteri Bambang, relevan jika ada ujian nasional untuk masuk, untuk berebut kursi. "Tapi untuk masuk di SD atau di SMP di perdesaan, dimana sekolah itu kewajiban. Kok dihalang-halangi? Kan itu zhalim?" ujarnya.
Untuk masuk ke SMP, berdasar amanat UU Sistem Pendidikan Nasional yang mewajibkan belajar 9 tahun, tak relevan ada ujian masuk SMP. "Ujian masuk untuk seperti itu tak relevan. Toh, pendidikan itu wajib. Meskipun ia tidak punya duit, bodoh. Ia tetap wajib menyelesaikan pendidikan 9 tahun. Untuk apa ada UAN SD, untuk apa ada ujian masuk SD-nya? Kenapa pemerintah tidak mempermudahnya. Tokh itu kewajiban,"ujarnya.
Bagaimana menilai mutu murid jika UAN dihapus? Menurut Menteri Bambang mutu tergantung input, proses dan output. "Kalau inputnya anak tersebut bodoh dari awal, apakah dia tidak berhak untuk masuk SMP? Apakah dia harus gagal sampai di SD saja?"katanya.
Menurut Bambang sebetulnya tujuan UAN adalah menggagalkan anak yang bodoh untuk masuk SMP. "Kan itu bertentangan dengan UU? Hal tersebut sangat diskriminatif. Karena yang bodohpun berhak mendapatkan pendidikan,"ujarnya. tegasnya.
Kompetisi tetap berlaku, menurut Menteri Bambang, tapi di kelas. "Bukan di saat murid ingin masuk sekolah. Karena itu artinya menghalang-halangi haknya,"ujarnya. Bambang memberi contoh orang Islam, sholat Jumat itu wajib. Karenanya tidak ada seleksi untuk masuk masjid saat mau sholat Jumat.
Rr. Ariyani
INDEKS BERITA LAINNYA :
|