|
Seorang Anak Tewas Terseret Arus di Manado
Jum'at, 05 November 2004 | 21:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ardi Ardo, yang berusia tujuh tahun, tewas terseret air di selokan dekat rumahnya di Kelurahan Kombos Timur Lingkungan II, Manado, Jumat (5/11). Peristiwa nahas itu terjadi saat hujan deras mengguyur Manado. "Saat hujan turun, anak itu sedang mandi dengan teman-temannya," kata Kepala Sektor Singkil, Iptu Roy Tangkuman.
Menurut Roy, korban yang sedang mandi ini jatuh ke
dalam selokan. Lalu terseret arus hingga 600 meter.
Korban baru ditemukan setelah air agak susut. Bocah malang ini ditemukan didekat jalan yang ada pembuatan gorong-gorongnya.
Sementara itu, di kompleks perumahan PDK Kelurahan
Kairagi II, Kecamatan Mapanget juga terjadi longsor
saat hujan deras mengguyur Manado. Longsor ini
menghantam rumah bagian belakang. Tidak ada korban
jiwa, namun kerugian ditaksir puluhan juta rupiah.
"Yang terkena longsor ini bagian belakang rumah," ujar
Kepala Sektor Mapanget Ajun Komisaris Polisi Daud
Rumondor.
Kepala Statsiun Meteorolgi Manado Willy Lasut
mengatakan hujan yang terjadi sekarang ini memiliki
intensitas yang tinggi. Namun, tidak terlalu lama. Ini
menunjukkan peralihan dari musim kemarau ke musim
hujan.
Meski hujan tidak lama, peluang longsor bisa terjadi
karena derasnya air. Ini disebabkan kontur yang
berbukit-bukit di Manado. Terutama ditempat yang tidak
ada pepohonan lagi. Air mengalir di permukaan. "Ini
memberi peluang longsor," kata Willy.
Verrianto Madjowa(Menado)-- Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|