Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

TERMINAL SEPI, AGEN BUS MENGELUH
Jum'at, 05 November 2004 | 18:29 WIB

TEMPO Interaktif, Tanggerang /b>:Lebaran tinggal hitungan hari, tapi sejumlah terminal masih sunyi senyap. Para pemudik tak kunjung melonjak. Terminal Poris Plawad, kota Tangerang misalnya, hingga H-10 ini masih sepi-sepi saja. Arus penumpang sama saja dengan hari-hari biasa,.Padahal lebaran lalu jumlah penumpang melonjak. Para pemilik PO Bus cuma bisa berkeluh kesah. Kata mereka, sepinya penumpang karena kurangnya sosialisai dan akses jalan masuk terminal yang baru difungsikan 10 bulan lalu itu. Ini salah satu sebab perusahaan jasa tranportasi itu kesulitan dalam mendapatkanpenumpang.

Selamat, perwakilan dari PO Rosalia Indah mengatakan, sejak kepindahan mereka dari Terminal Cimone ke Poris Plawad jumlah penumpang menurun drastis. " Bayangkan saja, hari ini kami telah memberangkatkan tiga armada bus ke Jawa Tengah. Armada pertama sebanyak dua orang, armada kedua sebanyak tiga orang dan armada ketiga sebanyak lima orang,” keluhnya.

Keluhan yang sama juga datang dari Iyan - perwakilan dari PO Ramayana. Menurutnya, sepuluh menjelang lebaran tidak ada lonjakan penumpang sama sekali. “Nggak ada bedanya hari lebaran dan hari biasa, semuanya sepi,” katanya. Selama 12 tahun mengoperasikan Ramayana di Tanggerang – lanjut Iyan – baru kali ini armadanya sepi penumpang.

Umumnya para pengelola angkutan itu menuding perpindahan terminal sebab sepinya para penumpang ini." Gimana gak mau sepi, letaknya aja jauh dari perkotaan.
angkutan dan bus dalam kota jarang sekali yang masuk terminal, mereka hanya parker dan menurunkan penumpang di dekat Pom Bensin yang jaraknya 1 Km dari terminal," tuding Selamat.

Kepala terminal Poris Plawad, Subur, mengakui jika hingga saat ini, pihaknya belum bisa berbuat banyak untuk menghidupkan dan meramaikan terminal kebanggaan masyarakat
Tangerang itu. Menurut Subur, hal ini terjadi hanya karena faktor akses jalan yang belum memadai.Menurut Subur, terminal Poris Plawad merupakan salah satu Terminal Tipe A yang terbesar di propinsi Banten. Terminal yang dibangun diatas lahan seluas 5,2 Hektar itu berdiri megah jauh dari pemukiman penduduk. Dengan lahan seluas itu, terminal Poris Plawad semestinya mampu menampung 8000 Unit kendaraan Angkutan umum maupun Bus angkutan.

Selama ini, papar Subur, terminal Poris Plawad yang juga berfungsi sebagai terminal pemberangkatan melayani 24 Rute angkutan perkotaan dan 60 hingga 70 Rute angkutan bus luar kota." Tapi yang bias masuk baru 15-20 persennya.\" Kata Subur.

Menurut dia, kendala ini dikarenakan sarana dan prasarana yang belum memadai terutama akses jalan masuk menuju terminal.

Joniansyah--Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data