|
IHSG Masih Diwarnai Profit Taking
Kamis, 04 November 2004 | 00:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pergerakan Indek Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat 5 November ini diperkirakan mengalami koreksi. Koreksi itu terjadi karena perdagangan masih diwarnai oleh aksi profit taking yang dilakukan sejumlah pialang. Aksi profit taking masih berlanjut, setelah selama tiga hari berturut-turut mengalami kenaikan hingga mencapai titik psikologis baru di level 900.
"Pergerakan IHSG masih rawan profit taking, setelah tiga hari berturut-turut mengalami kenaikan," ujar David Ferdinandus, analis dari Anugerah Sekuritas. Pergerakan indeks ini juga amat di pengaruhi oleh sentimen dari bursa regional yang akan negatif apabila harga minyak mengalami kenaikan. Tapi jika rupiah terus menguat akan turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan indeks hari ini. David memperkirakan pergerakan indeks hari ini akan beredar di titik support 780 dan titik resisten 900.
Kepada para pialang David saham-saham dari sektor perbankan seperti BCA, Bank Mandiri, Bank Niaga dan BNI. Sebabnya, "Apabila saham-saham tersebut mengalami penurunan satu hingga dua point itu biasa dan akan naik kembali,"katanya.
Di tempat terpisah, Erwan Teguh, Analis dari Danareksa Sekuritas, menyatakan bahwa laporan keuangan beberapa emiten di kuartal III tahun 2004 masih menjadi sentimen positif untuk pasar bursa. "Sudah hampirr semua emiten mengeluarkan laporan keuangan kuartal II tahun 2004. Laporan keuangan tersebut hampir semuanya menggambarkan kinerja perusahaan yang membaik. Laporan ini membuat beberapa analis mengubah proyeksi pendapatan perusahaan di tahun depan,"katanya
Yuliawati--Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|