Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintah Antisipasi Kedatangan TKI Pasca Amnesti
Kamis, 04 November 2004 | 20:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah akan mengantisipasi gelombang kedatangan TKI ilegal yang datang setelah batas akhir amnesti, 14 November. "Sampai hari ini persiapan menghadapi kedatangan TKI ilegal dari Malaysia cukup baik. Mereka akan diantar sampai daerah masing-masing," ujar Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah di Jakarta, Kamis (4/11).

Ia menegaskan, persiapan di penampungan TKI ilegal jauh lebih baik daripada di Nunukan Kalimantan Timur pada 2001. "Tidak ada keluhan, tempatnya bagus dan pemerintah daerah sangat partisipasif," kata dia.

Ia menjelaskan, saat ini TKI yang baru datang dari Malaysia menempati gedung-gedung di tempat penampungan. Disamping itu, disediakan tenda-tenda Depsos yang siap menampung membludaknya TKI. "Ditempat penampungan, yang kita siapkan kondisi mereka jauh lebih baik dari Nunukan, gedung-gedung bagus dan makanan yang baik," kata dia.

Saat ini, tambahnya, Depsos menyediakan dana sekitar Rp 5-10 miliar untuk kepulangan TKI menjelang 14 September. "Kalau kurang, pemerintah siap menambah," kata dia. Namun, ia belum dapat menyebutkan berapa tambahan anggaran yang akan disiapkan. "Anggaran selanjutnya kita hitung lagi lebih rinci, karena jumlahnya sangat fluktuatif," kata dia.

Dana tersebut digunakan untuk penyediaan makan selama 2-3 hari sambil TKI menunggu kedatangan kapal ke daerah masing-masing. "Selain itu, ada posko kesehatan, pengawasan ketat dan keamanan," katanya.

Bachtiar juga bertekad membuktikan janji pemerintah yang akan melindungi TKI. "Pemerintah akan menindak tegas calo-calo dan petugas pemerintah yang bekerja tidak benar. Itu sikap Presiden," tegas dia.

Ia mengakui saat ini baru sedikit TKI yang pulang, dari perkiraan 300 ribu TKI ilegal yang akan memanfaatkan amnesti. Hingga saat ini TKI yang pulang ke tanah air mencapai 10.700 orang. Yang terbesar dari debargasi Tanjung Pinang, sekitar 2.800 orang.

Surat Perjalanan Laksana Paspor sudah disiapkan 2.200. Delapan titik debargasi yang menjadi tempat kepulangan TKI yaitu Belawan, Dumai, Batam, Tanjung Pinang, Pola Tungkal, Nunuan, Entikong, dan Parepare. Diperkirakan kepulangan TKI mencapai puncaknya antara tanggal 7-10 November.

Badriah - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menakertrans Kunjungi TKI di Malaka
Pemerintah Akan Buka Pos Pengaduan TKI
Rombongan Pertama TKI Ilegal Tiba di Jawa Timur
Presiden Yakinkan Tidak Ada Pungli Kepada TKI
Calo SPLP TKI di KBRI Kuala Lumpur
Depsos Ajukan Anggaran Tambahan Untuk Pulangkan TKI
Menteri Fahmi ke Malaysia Selesaikan TKI Ilegal
Pemerintah Siapkan 13 Ribu Bus Angkut TKI
Presiden Besok Jemput TKI di Riau
Menteri Fahmi Idris Siang Ini Tiba di Kuala Lumpur
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Jangan Gula Sembarang Gula
Tiga Pekerja Indonesia Disiksa di Irak
Si Centil Amanda Seyfried
Liga Primer=Permainan Orang Kaya Dunia
Rencana Madonna Adopsi Anak Terancam Gagal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data