Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

TK Akan Digabung dengan SD
Rabu, 03 November 2004 | 00:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Pokja Pengkajian dan Pengembangan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Zarfiel Tafal mengungkapkan bahwa Taman Kanak-kanak (TK) akan menjadi sekolah formal. Hal itu karena pemerintah memutuskan untuk menggabung TK dengan sekolah dasar (SD)dibawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar.

Ini, kata Zarfiel, berarti TK yang fungsi awalnya sebagai tempat bermain untuk mengenal lingkungannya, akan berubah menjadi sekolah formal dengan segala sesuatu yang terstruktur. "Akibatnya akan berdampak pada perkembangan emosi dan psikologis anak menjadi tidak wajar," ujarnya mengkhawatirkan, di Restoran Pondok Gurih Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Rabu (3/11).

Kebijakan pemerintah itu diambil setelah Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo memutuskan untuk memekarkan Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah menjadi Ditjen Pendidikan Dasar, dan Ditjen Pendidikan Menengah. Menurut Bambang, kebijakan ini diambil salah satunya untuk mengefisiensikan birokrasi.

Zarfiel menerangkan, pendidikan yang terbaik untuk anak adalah dalam lingkup keluarga. "Sekarang saja intensitas kontak orangtua dengan anak sudah banyak berkurang karena orangtua bekerja, dan pengasuhan anak lebih dilakukan oleh pembantu. Bagaimana bila aturan ini sampai berlaku," ujarnya. Zarfiel menyesalkan mengapa penggabungan TK dan SD itu diputuskan tanpa melibatkan tokoh-tokoh pendidikan di luar Departemen Pendidikan Nasional.

Anggota Komisi Perlindungan Anak Andarus Darahim menilai pendidikan di Indonesia selama ini tidak ditangani oleh orang yang tepat. "Sejak zaman Orde Lama, pendidikan menjadi ajang perebutan politik," ujar Andarus lagi.

Eko Arie Wibowo - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Aktivitas di Sang Timur Kembali Normal
Warga Ingin Sang Timur Direlokasi
Jalan Menuju Sang Timur Diportal Warga Barata.
Menteri Agama: Kasus "Sang Timur" Selesai
Kak Seto Fasilitasi Penyelesaian Kasus Sang Timur
Pihak Kementrian Kesra Kunjungi Sang Timur
Depag Bentuk Tim Penyelesaikan Sang Timur
Kekerasan di STPDN Terjadi Lagi
Pemerintah Godok Subsidi Silang Pendidikan
Menko Kesra Minta Menteri Agama Tangani Kasus Sang Timur
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data