|
Aduh! Penculikan Siswa Sekolah Elit Kembali Marak
Rabu, 03 November 2004 | 22:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Jakarta---- Ini peringatan untuk para orangtua, waspadalah. Sebab aksi penculikan anak-anak, terutama di sekolah-sekolah elit, kini marak lagi. Pekan lalu aksi penculikan itu terjadi di Kelapa Gading. Eh, pekan ini dua siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Cakra Buana, Depok, raib dibawa lima orang tak dikenal. Michael dan Fajar- nama dua murid nahas itu – diculik Senin, 1 November ini.
Saat itu, selepas jam sekolah, kedua anak itu bermain di sebuah Warung Internet (Warnet) dekat sekolah mereka bersama rekannya bernama Jery. Sedang asyik bermain, empat lelaki datang dan penuh ramah mengajak mereka makan di warung terdekat. Entah karena takut ketiganya menurut saja. Nah, di warung itu para penjahat ini “mewawancarai” Michael, fajar dan Jery. Pertanyan berkisah keadaan orang tua mereka. Michael dan Fajar menjawab polos. Jery urung diculik, karena ketika ditanya, Jery menjawab bahwa orang tuanya tak bekerja alias penganggur. Alhasil Jery pun luput.
Kepada orang tua Michael dan fajar, para penculik menuntut sejumlah uang sebagai tebusan. Orang tua mana tak gemetaran mengetahui anaknya diboyong penculik. Ayah -Ibu kedua anak itu lalu mentransfer masing-masing RP 15 juta ke rekening para penculik. Sesudahnya, Michael dan fajar dibebaskan pukul 22.00 WIB, Senin malam, di Mall Depok.
Hingga kini para penculik itu masih terus diburu polisi. “Kami amsih terus kejar mereka” kata Komisaris Polisi Roma Hutajulu, Kasat Reskrim Polres Depok, kepada Tempo, Rabu ini. Dari hasil penelusuran polisi, pemilik rekening bank itu bernama Susanti. Atas bantuan bank polisi sudah memblokir rekening itu. Soal siapa penculik itu? Masih dalam penyeelidikan polisi. Keterangan para korban memang sangat membantu. Tapi kami masih belum bisa tanya ke mereka lebih banyak. Mungkin masih trauma," ujar Roma Htajulu.
Yophiandi--Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|