|
PDS Solo Tolak Dana Reses, PKS KLaten Siap Gajinya Dipotong
Rabu, 03 November 2004 | 19:34 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Dewan Pimpinan Partai Damai Sejahtera (PDS) Solo, menolak bantuan dana reses. Dana itu biasa disebut sebagai Dana Penyerapan Aspirasi yang digunakan untuk menyerap aspirasi dari masyarakat pada masa reses. Menurut pimpinan PDS, kegiatan menyerap aspirasi dari masyarakat merupakan kewajiban, yang seharusnya dibiayai oleh partai sendiri. Mendatangi konstituen merupakan kepentingan masing-masing anggota dewan sehingga tidak selayaknya dibiayai negara. "PDS memutuskan untuk menolak kegiatan di masa reses dibiayai negara. Baik anggota dewan maupun partai, siap membiayai sendiri kegiatan untuk menyerap aspirasi di daerah pemilihan masing-masing," ujar Hengky Nartosabdo, Ketua DPC PDS Solo.
Menurut Hengky, empat anggota DPRD Solo dari PDS sangat setuju dengan keputusan partai. Sebelum mengambil keputusan pun,. Kata Hengky, pihaknya berdiskusi dengan para wakil rakyat dari PDS itu. PDS sendiri sudah menetapkan bahwa setiap tanggal 19 mereka akan menemui konstituennya.
Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Klaten mengusulkan pemotongan gaji eksekutif dan legisltif untuk menutupi defisit anggaran daerah itu. Dalam Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Klaten jumlah defisitnya sekitar Rp 15,7 miliar. Masykuri Nanang, Ketua Fraksi PKS Klaten, menjelaskan bahwa meski pemotongan gaji tersebut tidak mampu menutupi besaran defisit itu,langkah itu penting untuk menunjukan tanggungjawab bersama. "Usulan pemangkasan gaji itu pernah kami sampaikan dalam sebuah forum silaturahmi eksekutif dan legeslatif. Dan jika ada kesepakatan seperti itu, kita siap gaji kami dipotong," tandas Nanang.
Imron Rosyid -- Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|