|
Nasional
Pengamat: Sulit Tentukan Presiden AS yang Sesuai dengan Indonesia
Rabu, 03 November 2004 | 18:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengamat politik LIPI Ikar Nusa Bhakti menyatakan sulit menilai antara kandidat Presiden AS, George W. Bush atau John F. Kerry yang sesuai dengan kebijakan politik Indonesia. Hal itu dikatakan ketika dihubungi per telepon, Rabu (3/11).
Ikrar mengatakan karakteristik presiden AS dapat dipelajari berdasarkan pengalaman masa lalu. "Biasanya kalau yang berkuasa Partai Republik maka sentimen militer akan terasa kuat, mereka cenderung tidak konsern dengan masalah HAM, dalam menjalin hubungan baik regional maupun sektoral canderung bersifat unilateral," terangnya.
Sebaliknya, karakteristik presiden yang berasal dari Partai Demokrat, mempunyai kecenderungan memperhatikan bidang perekonomian dan perdagangan, konsern dengan pelanggaran HAM dan memberikan dana minim untuk pembelanjaan militer. "Pembiayaan militer ini termasuk pembiayaan militer ke luar negeri, dapat dipastikan kebijakan perang jarang diambil di masa kepemimpinan presiden Demokrat," jelasnya.
Ikrar mengatakan untuk Indonesia yang mempunyai Presiden yang militer sebenarnya yang menguntungkan adalah presiden AS dari Partai Republik. Tapi pengaruhnya nanti tidak terlalu absolut karena kebijakan luar negeri AS tidak secara sepihak diputuskan Presiden melainkan memerlukan persetujuan Senat. "Sebagai contoh embargo suku cadang pesawat tempur yang diberikan AS beberapa waktu lalu merupakan kebijakan Senat yang mayoritasnya berasal dari Demokrat," katanya.
Flamboyan - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|