Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Gapoksi VII Minta Pertamina Tindak Tegas Penyimpangan BBM
Rabu, 03 November 2004 | 16:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Gabungan Kelompok Fraksi VII DPR dari Koalisi Kerakyatan meminta Pertamina untuk menindak dengan tegas kasus-kasus penyimpangan penggunaan BBM.

"Jangan sepenuhnya diserahkan ke pihak lain dan aparat," kata pimpinan Gapoksi VII Idris Lutfi, dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera kepada wartawan seusai pengadakan inspeksi mendadak ke Unit Pemasaran (UPMS) III Pertamina di Jakarta, Rabu (3/11).

Gapoksi VII yang terdiri dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan, fraksi Partai Amanat Nasional, fraksi PKS, fraksi Demokrat, dan fraksi Bintang Pelopor Demokrasi mengadakan inspeksi mendadak ke Pertamina dan Perusahaan Listrik Negara untuk melihat kesiapan kedua instansi tersebut dalam menghadapi lebaran dan memberikan usulan terhadap kedua instasi tersebut secara umum.

Indris mengungkapkan, untuk menjelang hari raya Idul Fitri, kesiapan Pertamina sudah cukup bagus. "Mereka (Pertamina) menyatakan mempunyai stok yang siap untuk 20 hari dan akan ditingkatkan ke stok ideal yaitu 22 hari."

Namun anggota fraksi, tambahnya, berharap agar Pertamina menekannya pada implementasi di lapangan, yakni sejauh mana tim Satgas Pertamina yang telah dibentuk dapat bekerja efektif dan berkoordinasi dengan aparat terkait.

Dalam pertemuan dengan jajaran pimpian UMPS III Pertamina, anggota Gapoksi VII juga meminta agar Pertamina memperkuat sistem penunjang (back-up system) dalam hal pengadaan BBM terutama di H-7 dan H+7 lebaran.

Dalam menindak kasus-kasus penyimpangan penggunaan BBM, jelas Idris, Pertamina diusulkan untuk menghentikan pasokan BBM ke SPBU atau agen yang terbukti melakukan pelanggaran.

"Pertamina seharusnya juga dapat mendata kebutuhan pemakaian BBM di sektor industri sehingga bisa ketahuan industri yang membeli minyak dari pengoplos bukan dari Pertamina," katanya.

Kepala Pemasaran UPMS III Pertamina Tinung Drajat mengungkapkan, wewenang Pertamina dalam mengontrol penggunaan BMM hanya terbatas sampai ke agen.

"Padahal, penyelewengan di lakukan di tingkat pengecer dan pembeli oleh masyarakat luas. Kami tidak bisa mengontrolnya," katanya.

Tinung menilai masalah penyelewengan penggunaan BBM disebabkan karena disparitas harga antar BBM non-subsidi untuk sektor industri dan BBM untuk rumah tangga. Ia juga mengajak anggota dewan untuk bersama-sama memikirkan kebijakan harga BBM yang paling pas mengingat saat ini BBM dijual jauh di bawah harga seharusnya yaitu Rp 3.600 per liter.

Wakil ketua fraksi PKS Irwan Prayitno yang ikut dalam sidak mengatakan, meskipun Gapoksi bukan kelengkapan dewan namun sidak hari ini adalah sah dan merupakan hak anggota fraksi. "Fraksi sendiri sudah sah dan dalam tata tertib fraksi baik secara anggota perorangan maupun gabungan mempunyai hak untuk memberikan himbauan dan usulan ke pemerinta," paparnya.

Hasil sidak hari ini, jelasnya, akan diberikan ke Pertamina sebagai masukan. Namun Gapoksi VII tidak akan mengambil keputusan karena itu harus disampaikan ke Komisi yang sampai saat ini belum jelas keabsahannya. "Jadi kami melalui mekanisme penyampaian langsung," terangnya. (rina rachmawati)

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pertamina Buat Perusahaan Distribusi Gas
Pertamina Akan Menaikkan Cadangan BBM
Karyawan Pelumas Cilacap, 'Kencing' Sembarangan Ditangkap
Harga Minyak Tanah Meroket di Lombok, Pertamina Gelar Operasi
Pasokan BBM dan Listrik Aman Hingga Akhir Tahun
Dirut Pertamina Mundur Jika Pemerintah Bayar KBC
Kasasi Pertamina di AS Ditolak
Nelayan Cilacap Dapat Ganti Rugi Rp 14 Miliar
Pande: Menekan Subsidi BBM Harus Jadi Prioritas
Telkom Divre II Hentikan Pola Kerjasama Bagi Hasil
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data